“a cup of coffee in the morning”

the freedom to wrote, the lesson for learn, the character of me, but not the dream come true, inspired by torabika 3 in 1

C… U…

Filed under: out of plan — eniecha at 12:18 am on Tuesday, April 1, 2008

Welcome to my blog…

 

Just for to know that it’s my last posting ‘cause i would
try to write at new place, and if you wanna still reading my wrote so please go
to
www.senyumanis.blogdrive.com.

 

Enjoy it…with you’re pleasure

 

and Thanks [a lot] for coming here

 

Regards,

‘enon enie’

Menata rencana masa depan…

Filed under: curhat — eniecha at 10:18 pm on Tuesday, March 25, 2008


Ada beberapa hal yang ingin saya lakukan dalam waktu dekat ini, antara lain :

  1. Mewujudkan kado ulang tahun saya segera mungkin sebelum hari H
  2. Membeli kado pernikahan untuk kakak tercinta di pertengahan tahun ini
  3. Melanjutkan studi saya [mungkin] di akhir tahun ini
  4. Merencanakan liburan akhir tahun.
  5. Pengen ngurusin badan dan nyehatin tubuh, bisa ga ya??plus mengkhusyukan diri beribadah.

Semoga keinginan saya ini segera terwujud at least
bisa terwujud di tahun ini juga
Amien

 

Setelah itu mulai menata kehidupan berkarir, percintaan,
kekeluargaan dan berlingkungan masyarakat

 

Untuk karir :

  • Saya ingin mendedikasikan diri untuk pekerjaan sekarang ini as a maper, as an operator, as staff at BPTPD in PUSDATA Ministry of Public Works.
  • Melakukan perkerjaan atas dasar keikhlasan dan kewajiban tanggung jawab terhadap negara [walaupun belum jadi PNS] tapi setidaknya my job is not the only one money orientation. Hem hem..
  • Ingin punya kedudukan yang baik, seatle and comfort for moving to another divisions, ga cuma jadi kacung doank. Penting ga yah harus pindah dari Balai Peta??
  • Mau lebih totalitas dalam bekerja, have a work time yang jelas. Nine to five or eight to six?? perhaps.. lebih serius bekerja dan mempergunakan waktu kerja ya untuk kerja bukan untuk yang lain :p
  • Punya korelasi yang baik dengan partner kerja, with anybody else and whenever/wherever must work. OK,, jangan berburuk sangka terhadap orang-orang yang ada di lingkungan kerja dan harus ramah terhadap siapapun.

 

Untuk percintaan :

  • No comment

Sepertinya menunggu saat yang indah
datang pada waktunya, the best choice for this time. Pasrah aja deh

 

Untuk keluarga :

  • Lebih mendekatkan diri dengan keluarga inti, dekat maupun jauh.
  • Harus punya kepekaan sosial, empati, dan solideritas yang tinggi pada saat-saat tertentu.
  • Harus lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga agar tercipta komunikasi dua arah yang baik dan selaras.
  • Yang paling penting membahagiakan Ibunda Tercinta… .i love u so much Mom…

 

Untuk bermasyarakat dan berlingkungan :

  • Mau menghubungi teman-teman lama yang hampir hilang komunikasi untuk hidup yang berkesinambungan.
  • Lebih ramah dan aware terhadap lingkungan dan tetangga [sebelah rumah, depan rumah dan belakang rumah].
  • Mulai aktif lagi dikancah perkampungan..hehehe

 

Doakan saya ya…


Yang pasti sih pencapaian yang ingin benar-benar diwujudkan saat
ini adalah bisa khusyuk lagi beribadah, bisa menjalankan ibadah dengan tepat
waktu dan khidmad, mau belajar ngaji atau setidaknya masuk ke dalam pengajian
untuk menambah ilmu pengetahuan dan iman&takwa, mau memulai mengingat
akhirat kemudian berencana untuk membuka tabungan akhirat yaitu banyak-banyak
beramal dengan zakat, infaq dan sadaqoh. Banyak berdzikir, membaca kitab suci
dan melafadzkan ayat-ayat suciNya, mau ngelanjutin kebiasaan puasa
senin-kamisnya karena kemaren sempet postpone gara-gara gangguan kesehatan, dan
berteman dengan orang sholeh dan sholehah supaya kecipratan keshalihannya,
pokoknya mau ngikutin Obat Hatinya Opick deh.

“Obat hati ada lima perkaranya, yang pertama baca Qur’an dan maknanya, yang kedua perbanyaklah berpuasa, yang ketiga dzikir malam perbanyaklah, yang keempat sholat malam dirikanlah, yang kelima berkumpulah dengan orang-orang sholeh"

Insyallah,,,,,Amiennnnnn Ya Robbaallamin


Mudah-mudah doa ini didengar Allah Subhanahu Wata’ala


Ya Allah SWT semoga diriMu tak melepaskan seribu rasa
genggamanMu dariku, memberikan banyak cobaan untuk mengasah kebijakanku, tidak
memberikan perasaan terhadap lawan jenisku untuk menumbuhkan selalu rasa
cintaku padaMu, memberikan banyak waktu dan tempat untuk tempatku mengadu,
berkeluh kesah dan bersujudku tanda niat taubatku padaMu, memberikan pengalaman
spiritual untuk mempertebal imanku, memberikan setiap nikmatMu sebagai tanda
syukurku dan membiarkan rasa ikhlasku mengalir dalam lika-liku paketan hidupku
dariMu.

 

 

Maha Suci Allah dengan segala FirmanNya…

Long Weekend

Filed under: out of plan — eniecha at 8:36 pm on Sunday, March 23, 2008

Liburan panjang ini hanya saya habiskan di rumah, mempercantik diri, merelaksasikan tubuh, mempertebal iman dan takwa serta mensetting ulang pemikiran. Tanpa perlu bertapa di dalam gua maupun di puncak gunung manapun, hanya stay at home saya rasa cukup untuk meritualkan diri dengan beribadah.

[Pengakuan Dosa] terhadap Allah SWT sebagai pemilik saya dan kehidupan, karena akhir-akhir ini berada jauh dari genggamanNya maka saya mulai merefleksikan diri kembali ke jalanNya. Melaksanakan ibadah dengan tepat waktu, menundukkan kepala sambil mengakui dosa, menengadahkan tangan untuk meminta ampunanNya, mengkhusyukan diri, melafazdkan ayat-ayat suciNya, memanggil tiap-tiap namaNya dalam dzikir. Insyaallah semua berjalan normal dan menjadi kebiasaan lagi. Amien. InsyaAllah

Harusnya liburan ini saya isi dengan touring motor ke Sukabumi bersama kakak tercinta dan teman-teman di sekitar rumah. Tapi urung karena tidak ada mobil [udah ga kuat naik motor berlama-lama, sepertinya fase 20an saya berfungsi dengan normal..hehe] lagipula tidak ada teman perempuannya juga. Biasanya saya stay cool ajah ketika touring kemanapun and only me the girl between others tapi untuk kali ini saya malas, udah ga jamannya lagi metal-metal. Akhirnya saya hanya merelakan cam-dig kesayangan untuk dipakai kakak dan anak-anak itu berpose dengan narsisnya ketika holiday [hhh…*menghela nafas*]. Ya nanti tinggal liat fotonya ajah, untuk kali ini postpone narsis dulu deh.

Waktu libur dihabiskan dengan menonton dvd dan setelah menonton semua dvd korea yang seminggu lalu saya beli, menonton koleksi film kakak yang ada dibox dvdnya. Ada beberapa hal menarik dari film-film yang saya tonton, tapi yang lebih membuat message itu malah film-film korea menurut saya [karena saya terlalu cinta film korea kah?? Hmm mungkin saja tapi memang bagus kok]. Film korea yang saya tonton judulnya yaitu Mr. Seducing Perfect, Hwang Jin Yi, Love Phobia dan Shawdow In The Palace, sedangkan untuk film barat berjudul Dedication dan Jan Dara 3 itu sepertinya Thailand Film gitu deh.

Saya merekomendasikan ke empat film Korea itu tapi tidak untuk film dua terakhir yang bukan korea. Film Mr. Seducing Perfect itu bengenre comedy-romantic, sangat fresh, cukup funny dan sedikit ada message motivator di dalamnya buat cewe2 yang sering merasa dikecewakan para lelaki, cukup asyik untuk ditonton sekedar merilekskan diri sejenak. Film Hwang Jin Yi merupakan legendary courtesan based on novel by North Korean writer Hong Suk Joong, mentalitas dari Jin Yi yang tadinya merupakan wanita aristokrat yang kemudian mendapati kenyataan bahwa terlahir sebagai anak pelayan dan kemudian memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup sebagai gesaeng [geisha in japan or wanita penghibur alias pelacur versi indonesia] seperti almarhumah ibunya, sangat drama dan membuat saya “melek” akan kebudayaan korea. Film ketiga yaitu Love Phobia ini drama romantic, yang awalnya membuat saya tertipu bahwa memang benar tokoh utamanya si Ari adalah anak yang kena kutukan dan terlahir dari planet lain, kisah percintaan yang menyayat hati, mengiris kalbu dan menguras air mata *lebay mode on* tapi di film ini ditampilkan juga bagaimana seorang ODA yang terinfeksi AIDS karena kesalahan rumah sakit pada saat menberikan transfusi darah dapat menerima kenyataan hidupnya dan berusaha bertahan dengan pemikiran-pemikiran yang unreachable for me, it’s amazing…and that was touching, cowo2 perlu nonton nih coz in this film showing how a man respected the women whos loved. Untuk film yang terakhir yaitu Shadow In The Palace yaitu pure drama, bagaimana seorang perawat kerajaan berusaha mengungkapkan kebenaran dibalik meninggalnya sang dayang [pelayan] selir, mengungkapkan siapa saja yang bersalah, trik balas dendam yang absurd or out of logicly [menurut saya] dan siapakah ibu dari calon pewaris tahta tersebut, hmm film ini sedikit horor tapi lebih banyak mikir pada saat nontonnya dan endingnya jadi ga seseru prosesnya.

Kalau untuk The Dedication dan Jan Dara 3 saya ga espect untuk ditonton karena The Dedication itu agak membosankan, kurang ekspresif dan interaktif, alurnya lama, dan kurang touchy deh. Untuk Jan Dara 3 duh ga usah ditonton deh, ceritanya hampir sama kaya sinetron-sinetron Indonesia cuma dibikin agak gelap ajah karena lebih banyak adegan sex-nya, ya secara this story about sex, guilt and retribution gitu loch,,hehe.

So finally after watching that movie many things to take by my self

Menjadikannya pelajaran dalam menapaki kehidupan serta menjalaninya sesuai dengan kepribadian kita ajah, ga perlu untuk menjadi orang lain, ambil hal yang positif dan buang yang negatifnya.

Saya harus sangat, sangat ikhlas untuk menjalani garis kehidupan ini, berusaha untuk tetap berada di jalanNya dan jangan pernah mengeluh untuk hal-hal yang tidak perlu dikeluh-kesahkan. Ya Allah Ya Robb tolong jangan lepas aku dari seribu rasa genggamanMu dan biarkanlah aku ikhlas untuk menerima paket kehidupanku. Amien…

Astagfirullahaladzim…3x
Alhamdulillahirobilalamin,,,3x

Pertanyaan : Nyambung ga cerita, tulisan sama review dari film yang gw tonton?? Kayanya kaga deh..hehehe..nontonnya apa, doanya apa??

Surprise

Filed under: out of plan — eniecha at 9:21 pm on Tuesday, March 18, 2008



Untuk kesekian kalinya saya mau curhat lagi, tapi
ini sebenarnya bukan curhat sih cuma sekedar menginformasikan kepada khalayak
ramai yang sering datang berkunjung dan menyempatkan diri untuk membaca blog
ini [walaupun masih banyak yang tidak meninggalkan jejak di comment]
bahwasannya saya sempat shock oleh sikap ataupun pembahasan orang-orang
yang [jujur] ingin saya lupakan dalam kehidupan ini.

 

Pertama “seseorang yang tak perlu disebutkan
namanya” membaca tulisan saya di sini dan kemudian menganggap saya sebagai
seseorang yang ahli dalam merangkai kata dan bukan lagi sebagai penggigit yang
hebat. Maksudnya apa coba??

 

“Hey, asal kamu tahu aja yah aku sudah suka menulis
sejak masih sekolah dasar”. Itu dikarenakan dalam mata pelajaran [jaman dulu]
ada yang namanya “pelajaran mengarang indah sekali” [perez]. Setiap ulangan
pasti deh ga ketinggalan disuruh mengarang cerita, ya jadilah terbiasa sampai
akhirnya seperti ini.

 

Yang kedua si Mr. On Off yang sebelumnya sering
sekali saya ceritakan di sini, sekitar satu tahun yang lalu [ciyeehh].
Tiba-tiba sms “enie, maaf.. ku ga nyangka klo sikapku nyakitin km bgt.. what
can I do for you
? Biar km ga sesakit ini?”. Kaget banget kenapa tiba-tiba dia
sms kaya gitu, padahal komunikasi sama dia baru aja ON 4 hari yang lalu, datang
lewat miscall-nya dihampir mendekati
tengah malam, like ussual setelah sebelumnya menghilang untuk beberapa
bulan. Bukan tanpa dasar saya menyebutnya mr.On Off ya itu karena habit-nya
yang kadang-kadang muncul [on] tapi kadang-kadang ilang [off] sesuka hatinya
ajah.

 

Kemungkinan terbesar dia sampai sms saya seperti
itu adalah karena dia membaca blog saya ini, entah dia merasa HE yang
ada dipostingan sebelumnya adalah dia atau bagaimana. Yang pasti yang perlu
dijelaskan di sini adalah HE’s not YOU, masa-masa kejayaanmu
sudah lewat, dan masa-masa aku terluka karenamu itu sudah berlalu. Malah
hubungan yang sekarang as a virtual friend lebih nyaman untuk dijalani.
Sepertinya memang lebih baik kita tidak perlu bertatap muka langsung untuk
sekedar berkomunikasi dan mengerti satu sama lain. Bukan begitu bukan??

 

Puas banget akhirnya melihat profil mereka di
“Who’s Viewed Me” nya FS, ternyata mereka bukan hanya menengok profil saya akan
tetapi menyempatkan diri untuk berkunjung terlebih membaca dan mengetahui
perasaan saya lewat blog ini. Ternyata keangkuhan, kesombongan dan kesibukan
kalian [hey..iya kalian berdua] cuma sampai di situ ajah?? Huh…

 

Lihat, baca dan rasakan…

 

I just wanna be a good writer karena saya ga pandai
bercerita melalui ungkapan dan ucapan secara verbal maka komunikasi atau
berbicara lewat tulisan saya rasa cara yang paling ampuh untuk sekedar berkeluh
kesah.

 

Appriciate yang besar terlebih untuk orang-orang yang dengan
senang hati memberikan comment di setiap postingan saya, untuk
memberikan motivasi maupun kritik/saran tulisan saya.

 

Tapi untuk yang hanya sekedar lewat, yang sempet
mesam-mesem baca postingan, yang ikutan ngerasa ngilu untuk cerita-cerita pedih
saya, dan yang terpaksa membaca karena rasa keingintahuan yang besar atau yang
terpaksa karena memang saya paksa untuk baca, thank you so much, not in
complete i’m as a writer unless you are the readers
.

 

 

Big Smile
Enon Enie

Kenapa kamu harus datang lagi..??

Filed under: curhat — eniecha at 8:15 pm on Sunday, March 16, 2008

 

 

“Kenapa kamu harus datang lagi ketika
perasaan ini mulai stabil, ketika aku baru mau memulai segalanya dari awal,
ketika aku benar-benar mau melupakan kamu dan segalanya?? Kenapa baru kasih
kejelasan sekarang, kenapa harus aku duluan juga yang mulai?? Kenapa harus ada
pertanyaan dulu sebelum kebenaran itu terkuak?? Dan kenapa harus lewat media ini
kamu tahu perasaanku?? Kenapa, kenapa, kenapa?? Dasar orang aneh…”

 

 

Sampai capek saya harus tanya kenapa..??

 

 

Dan..penyakit saya mulai kumat [pusing lagi
boo,,kalo inget nih orang], semoga ga migrain atau sakit yang berlebihan lagi
[kerjaan masih numpuk neeh, masih banyak peta-peta yang harus saya
petakan..hehe], dan membuat saya tidak nyenyak tidur di malam harinya [euhgg kan jadi ngantuk di kantor] hiks..hiks

 

 

“Kalau kemarin kamu bilang, kamu
sumber penyakitku, kayanya emang bener deh, soalnya kalau aku ingat kamu
perasaan kepala jadi sakit, detak jantung jadi ga normal lagi, ga bisa tidur
nyenyak, jadi irasional, jadi menye-menye, tapi untungnya ga marah-marah mulu
sih. Jadi kesimpulannya kayanya emang kamu sumber penyakitku”

 

 

Case Close

 

 

Bisa ga sih kita membenci orang semudah membalikan
telapak tangan?? [mungkin telapak tangan yang ada piring di atasnya kali ya??].
Rasanya hampir setengah mati [ih lebay] saya berusaha untuk membenci dirinya
agar perasaan ini menjadi lebih baik. Seperti katanya, “bencilah aku, jika itu
membuatmu lebih baik”
. Namun nyatanya tidak semudah itu, bisa saja saya sumpah
serapah, caci memaki dan hina mengdina-i dia tapi ternyata hati ini ga sanggup.
Selama ini perasaan saya ke dia tulus, niat saya juga baik, walaupun pada
akhirnya semua itu akan berakhir dengan cara yang mengenaskan [hiper..]. Jadi
sepertinya usaha significant yang
saya lancarkan akhir-akhir ini berasa sia-sia. Padahal udah mau ngerasa
baik-baik ajah, sehat-sehat ajah, normal-normal ajah, dan tenang-tenang ajah.
Tapi ternyata koq ya dia datang lagi.

 

 

Hhhh…[menghela nafas panjang]

 

 

Mungkin kalau kemarin itu saya ga kasih statement yang jutek, dia juga ga akan
buka suara. Entah karena apa?? Emang pembawaannya yang setengah aneh itu atau
sok-sok an bersibuk ria. Biarlah hanya dia dan Tuhan yang tahu, i don’t mind. Walaupun saat ini saya
sudah tahu apa alasan dia itu, tapi sampai detik ini saya juga ga bisa nyerna
dengan baik, otak saya lagi postpone
untuk sementara waktu ini. Mungkin si otak latah kali ya, ikut-ikutan si hati,
atau malah mereka bersinkronisasi atau malah berkolaborasi. Ahh entahlah. Tapi
yang jelas sosok ini cuma seonggok tubuh berbalut perasaan hampa *sambil nyanyi
lagunya Ari Lasso*.

 

 

“Aku cuma mau kamu jujur, jujur sama
perasaanmu, jujur sama dirimu sendiri. Ga lebih, karena sampai saat ini aku
masih ga ngerti jalan pikiranmu kemana. Kalau kamu ga tega ngeliat aku terpuruk
dalam tempurung, ya kenapa terus jadi begini?? Bisa kan
ngomong
baik-baik, bisa kan
ga ngilang
dengan jejak, bisa
kan kasih penjelasan yang masuk akal"

 

 

Saya ga sambil nyanyi Jujur-nya Radja loch,,coz I hate the band.. :p

 

 

Sampai saat ini saya masih mencoba bertahan untuk
menunggu niat baik dari si dia, entah dalam bentuk apapun. Entah dia sadar atau
ga, kalau saya masih nunggu, saya ga mau ambil pusing. Nunggu niat baik tuh
maksudnya, niat baik dia datang atau lewat media apapun untuk menceritakan segala
sesuatunya, mengclearkan semuanya [kalau dia bilang itu beda versi, versi dia
dan versi temannya], mengutarakan keinginan dan perasaannya, dan mencari jalan
terbaik untuk semuanya. Banyak banget ya permintaan saya, ya iyalah [masa ya
iya donk] karena saya ga mau membenci orang sampai dibawa kubur [dasyat]
maksudnya saya ga mau mengubur seseorang dalam hati ini. Saya juga ga mau
masalah ini mengambang begitu saja, kecuali memang itu yang dia kehendaki. Saya
cuma bisa pasrah terima kenyataan dan keadaan, dan sekali lagi hanya dia dan
Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.

 

 

“Iya, aku memang mau kamu hilang,
menghilang untuk selama-lamanya tapi entah dalam kehidupan ini atau dalam hati
ini. Kalau kamu masih mau datang, untuk apa lagi?? Jika itu hanya akan melukai
hatiku, jangan datang dan kembali kalau kamu cuma ingin semua ini berakhir
dengan luka. Sakit tau, perih tau, ngerasain ga sih??”

 

 

 

Walau saya sudah susah payah mengerti kecuekan dia
selama ini, walaupun saya sudah mencoba mengerti idealisme-nya dan segala
tetek-bengek-nya [ups maaf, bukan jorok] tapi sepertinya dia tetap saja buta
mata hati. Terlalu angkuh untuk mengakui, terlalu sok berksatria untuk
mengalah, dan terlalu eegghhhh susah diungkapkan dengan kata-kata.

 

 

Ya sudahlah,,mungkin begini lebih baik

 

 

“Oya ada satu pertanyaan lagi yang
belum sempat ditanyakan, nanti deh kalo sempet, ga etis mo di tulis lewat media ini”

 

 

Buat teman-teman saya :

 

Thanks for the
attentions, I know that only you are who will keep me cool in down, keep me hold
in you’re arms and keep me strong event I’m very shock and drop
. Walaupun cerita saya ini
sudah menjadi rahasia umum [berasa seleb gitu dech..hehe] tapi tetap saja
terima kasih yang terkira untuk orang-orang yang ada disekitar saya. Jarak dan
waktu yang memisahkan kita tak menjadi halangan untuk saling mengisi, mengerti
dan tetap menemani di kala waktu-waktu yang dibutuhkan. Terima kasih untuk
supportnya, untuk doanya, untuk perhatiannya, untuk waktunya, untuk comment di blognya dan untuk
pulsanya..hehehe…I love u all my friends

 

 

 

[Akhirnya kamu nengok blog-ku juga?? Secara ya
dirimu kan
super-sibuk-sekali]

 

 

Thanks my
blog,,,being interface communication between us ;)

Feel Better

Filed under: curhat — eniecha at 7:20 pm on Monday, March 10, 2008

 

 

After
all this time…
akhirnya
saya bisa melewati semuanya, kini memulai lembaran yang baru. Setiap manusia
pasti punya fase kehidupan yang berbeda-beda. Kemarin saya mungkin belum siap
menerima fase kehidupan yang telah digariskan Tuhan untuk saya, tapi sekarang
saya sudah siap untuk menerimanya sebagai kenyataan. Walaupun berat dan terasa
menyesakkan tapi semuanya harus dilalui dengan lapang dada. Tentu saja banyak
orang dan hal yang berperan dalam pemulihannya, terima kasih untuk teman-teman
setia saya, terima kasih untuk waktu yang membalut luka hati ini, terima kasih
untuk sakit fisik yang saya alami karena rasa sakitnya meredam sakit hatinya,
terima kasih rasa amarah untuk mengcover emosi jiwa dan terima kasih untuk
takdir, dengan takdirlah kebijaksanaan datang tanpa diminta.

 

 

Setelah
denger lagu yang menye-menye jadi gimana gitu, ga ngerti juga sih kenapa bisa
langsung sedih, ngedrop dan menarik diri dari orang-orang sekitar. Dan yang
paling bikin nyesek adalah ketika habis nonton film “Ayat-Ayat Cinta” yang
menyayat hati itu, nampar banget boo, bikin makin ngerasa hopeless ajah.
Sumprittt. Tapi habis itu [seminggu kemudian] udah bisa cekakak-cekikik terus
masih bisa marah-marahin orang lagi. Hahaha puas rasanya. Semoga hal pahit yang
kaya gini cuma terjadi saat ini saja dan untuk besok-besoknya jangan lagi deh.
Ampun Jendral,,, Oh iya kesibukan dan pekerjaan yang menumpuk juga jadi faktor
terpenting dalam pemulihan “heart sick” saya, karena demi pekerjaan yang
ujung-unjungnya Rp..Rp.. semakin membuat saya “gila kerja”. Hahaha. Kalau ada
duit mah eike ga sedih lagi boo… dari pada nangis dan manyun-manyun mending shopping
dan hura-hura duonk… *dudidudidum* [absolutely MATRE mode on].

 

 

Banyak
pelajaran yang saya ambil dari “pesakitan” kemarin, banyak orang yang saya
bikin khawatir karena keegoisan, banyak yang harus diperbaiki dari organ tubuh
saya gara-gara “penyiksaan diri” kemarin [kepala jadi sering migrain, imunitas
tubuh berkurang/gampang sakit, mata bengkak karena kebanyakan nangis, *fuih*
malu-maluin banget dah].

 

 

Bentar,,,,,lagi
dengerin Yovie&Nuno…… judul lagunya Sempat Memiliki

 

 

Mengapa kita bertemu bila akhirnya
dipisahkan
Mengapa kita berjumpa tapi akhirnya
dijauhkan
Kau bilang hatimu aku nyatanya bukan untuk
aku

 
Bintang di langit nan indah dimanakah cinta
yang tulus
Masihkah aku disana direlung hati dan
mimpimu

 
Andaikan engkau di sini
Andaikan tetap denganku

 
Reff :
Aku hancur, ku terluka, namun engkau lah
nafasku
Kau cintaku meski aku, bukan dibenakmu lagi
Dan ku beruntung sempat memilikimu

 
Engkau mengatakan merindukan diriku lagi
Ingin ku sampaikan ku tak hanya sekedar …


[yang titik-titik masih belum jelas liriknya
itu atau hidup atau ilu???]


Huahaha,,,mau
ketawa, ngakak karena ngerasa “gw banget”……

 

Tapi
dilirik itu ada kata-kata yang menjadi penekanan yaitu
“Dan
ku beruntung sempat memilikimu”

nah
itu yang gw ga demen dah,,,coz gw ga beruntung untuk dapetin dia
*tsah*

 

Wakakakakaqqq…

 

 
Akhirnya
saya jadi mengerti kenapa saat ini saya diberikan perasaan dan peristiwa seperti
ini [ih gw lebay banget deh, masa cuma “digituin” doank berasa dikhianati semua
orang di dunia…hiperBOLis bgt] mungkin dengan begitu selera, gairah *halah* dan
inspirasi untuk menulis jadi bangkit kembali [setan kali bangkit dari kubur
:p]. Ya mungkin imajinasi dan kreatifitas seseorang bisa timbul/muncul kapan
saja setelah adanya inspirasi dari seseorang ataupun sesuatu hal yang patut
untuk di share oleh orang lain.

 

 
Cerita
saya ini memang untuk konsumsi publik koq, saya ga takut cerita saya di ambil atau
dikutip orang lain apalagi dirasain juga. Karena pasti ga ada yang
mauk,,,huhuhuhu bisa rugi bandar dia..haha.. So anyone, everyone, or
somebody else and everybody in somewhere
[hahaha body is badi is bedi,
kemana yak tu orang :p] who want to know me more, now just read my
“ordinary” blog with the pleasure. Keep Blogging :)

 

 
This
is only a pieces of my diary life

 

 

**disela-sela
malas menonton tv dan menunggu si cel OL tp kga OL juga**

i hate u

Filed under: emotion — eniecha at 11:04 pm on Wednesday, March 5, 2008



Aku kan sudah bilang jangan datang jika
kedatanganmu itu hanya akan membuat penderitaan, hanya akan membuatku menitikan
air mata dan jika itu membangunkan rasa marahku. Aku sudah bilang waktu kita
pertama kali bertemu dan berkomunikasi secara verbal.

 

Tapi mengapa kamu harus datang ke sini dan mengapa kamu
harus ada dalam kehidupan ini??

 

 

Saat kamu tau apa alasanku menutup pintu hatiku, aku pikir
kamu mengerti bahwa tak mudah untuk membukanya
Saat kamu tau traumaku akan arti “kedekatan”, aku pikir kamu
tak sama dengan mereka itu

Saat kamu mencoba tahu siapa aku, aku pikir kamu benar-benar
mau mengerti aku
Saat kamu mulai tanya pribadi kriteriaku, aku pikir kamu
berminat merefleksikan diri
Saat kamu menanyakan tentang keluargaku, aku pikir kamu akan
bercerita siapa kamu sebenarnya
Saat kamu bercerita tentang keseharianmu, aku pikir kamu
berniat untuk membuatku mengerti kamu
Saat kamu mulai berani melayangkan cita-cita dihadapanku,
aku pikir memang kamu mau bertukar fikir denganku
Saat kamu membuat lelucon disela pembicaraan, aku pikir kamu
akan terus bikin aku tersenyum
Saat kamu membuat janji-janji itu, aku pikir kamu akan
menepatinya suatu saat nanti
Saat kamu mulai mendekatiku, aku pikir kamu memang mau
mencoba buka pintu hatiku
Saat kamu mengutarakan niat-niatmu, aku pikir kita punya
satu visi ke depan
Saat kamu mengintensivkan frekuensi komunikasi, aku pikir
kamu ingin memperlancar semuanya
Saat kamu pertama kali datang berkunjung, aku pikir akan ada
kunjungan-kunjungan berikutnya
Saat kamu bercerita tentang banyak hal, aku pikir kita pasti
akan selalu bertukar pikiran
Saat kamu bilang akan menemaniku dikala sepi, aku pikir kamu
pasti datang untuk menemaniku
Saat kamu menyentuh tangan ini, aku pikir kamu akan
menggenggamnya dengan erat
Saat kamu menggenggam tanganku kemudian, aku pikir kamu
merasakan apa yang terasa
Saat kamu merentangkan tangan untuk memelukku, aku pikir
akan ada banyak pelukan saat aku butuh kamu
Saat kamu memelukku, aku pikir itu pelukan yang hangat dan tulus
tanpa ragu
Saat kamu mengelus pipiku halus, aku pikir kamu ga akan
pamit untuk pulang
Saat kamu pamit untuk pulang meninggalkanku, aku pikir kamu
pasti akan datang lagi esok hari
Saat kamu ada tanpa kabar, aku pikir kamu sibuk dengan
aktif\vitasmu
Saat kamu sibuk akan tumpukan kewajibanmu, aku pikir kamu
serius membangun karir
Saat kamu kembali ke keluargamu, aku pikir akan banyak hal
yang kamu lepaskan diantara orang-orang terdekatmu
Saat kamu berada di kota kelahiranmu, aku pikir kamu akan
balik dan membawa sejuta cerita
Saat kamu terlelah karena segudang kesibukanmu, aku pikir
kamu akan tetap baik-baik saja
Saat kamu menghilang tanpa kabar, aku pikir kamu terlalu
sibuk dengan perkerjaanmu
Saat kamu benar-benar menghilang tanpa ada kata
pemberitahuan, aku pikir kamu sedang butuh waktu sendiri

Tapi ternyata

Kamu benar-benar menghilang begitu saja tanpa ada kabar
Kamu memutuskan komunikasi yang sudah terjalin selama ini
Kamu menjawab pertanyaanku dengan datar
Kamu menanyakan hal yang standart pula untuk aku jawab
Kamu benar-benar menghilang dengan meninggalkan jejak yang
membisu
Kamu meninggalkan berjuta pertanyaan di dalam benakku
Kamu membiarkanku terperangkan dalam berbagai ungkapan
perasaan
Kamu memilih sembunyi dalam diammu
Kamu menikmati kegelisahan hatiku
Kamu menghilang didesakkan keingintahuanku yang besar

Dan akhirnya

Kamu berkata pada temanmu bahwa aku lebih baik jadi adikmu
Kamu berfikiran bahwa hubungan kita lebih baik sebatas kakak
dan adik

Tapi

Kamu tak bicara lewat lidahmu sendiri
Kamu sembunyi dalam kedok kejantananmu
Kamu tak ucapkan itu sendiri di depan mukaku dan menatap
mataku

Sehingga kini

Kamu berhasil membuat aku terdiam
Kamu sungguh-sungguh buat aku semakin tertekan akan perasaan
Kamu membuat kesedihan, kekecewaan, kemarahan,
ketidakterimaan, dan kebencian yang mendalam
Kamu juga sukses buat aku menderita untuk kesekiannya
Kamu memaksaku untuk menitikan air mata
Kamu buat aku tak punya kepercayaan diri lagi untuk bisa
mempercayai orang lain
Kamu sudah buat ketidakadilan untuk diriku
Kamu menjadikan aku kembali berfikir bahwa makhluk laki-laki
itu sama cuma sebagai perusak hati wanita
Kamu bikin aku pengen muntah karena kamu berfikir kamu
pantas jadi kakakku dan aku akan mau menjadi adikmu
Jangan pernah mimpi untuk dapatkan itu
Karena sekarang ini yang ada difikiranku bahwa
Kamu ternyata datang untuk mendekatiku kemudian akan
menyakitiku
Kamu jahat…..
Kamu ga pantas untuk dapatkan hatiku
Walaupun aku sudah TOLOL biarkan kamu
dengan ikhlas memasuki hatiku dengan pintu terbuka lebar
Ternyata aku salah…dan kini aku harus
terluka dalam…


Susah payah aku memantapkan hati untuk
bisa membuka diri bahkan membuka pintu hati yang selama ini tertutup rapat.
Niat tulusku hanya dihargai dengan diam seribu bahasa, kerja kerasku ternyata
dibayar dengan predikat adik, kebaikanku cuma dilihat dengan sebelah mata.
Semoga dia puas sudah berhasil merobek-robek hatiku, sudah meremukkan
kepercayaan diriku, memecahkan harga diriku, membuang jauh-jauh niat baik dan ketulusanku. Thanks for
anything Fuck Man… I hate u … I really hate u …

 

 Semoga kamu masuk surga…Surga versimu
sendiri

 

Tapi aku tetap akan berdoa yang
terbaik untukmu…semoga lekas-lekas dapatkan seseorang yang nantinya tak akan
kamu sakiti hatinya. Amien. This is real my good pray for you

Surat Untuk Sahabat

Filed under: emotion — eniecha at 7:59 pm on Wednesday, March 5, 2008

 

Maafkan aku teman, bukan maksud hati untuk membuat
kalian khawatir akan keadaanku tapi sungguh aku ga rela jika kalian akan
merasakan apa yang sekarang aku rasain. Kalian ga pantas untuk ikut sedih,
kecewa, marah, sakit hati dan kehilangan kepercayaan diri seperti yang sedang aku
alami. Walaupun itu hanya sekedar mendengar ceritaku, mendengar keluh kesah dan
untuk coba mengerti aku.

 

Maafkan aku sahabat, kamu bukanlah orang yang tidak
tepat untuk bisa dengar dan tahu pesakitan ini tapi jujur kalian ga pantas
untuk aku tumpahkan rasa atas masalah yang sangat ga penting ini. Aku terlalu
hina untuk bercerita, aku terlalu manja untuk berkeluh kesah, aku terlalu lemah
untuk menerima kenyataan dan aku terlalu aneh untuk saat ini. Bukan karena
kalian sahabat tapi karena diriku sendiri.

 

Semoga dengan kesendirian ini aku dapatkan sesuatu
yang lebih berharga dari diriku sendiri, dari rasa sakit ini, dari semua yang
pernah ada dalam hidup ini, dan dari segala-galanya.

Maafkan aku teman karena aku sangat membutuhkan
kalian untuk berada disamping saat ini, untuk benar-benar menjadi teman, untuk
segera mungkin mengerti aku dan untuk menjaga setiap suasana hati.

 

Tapi rasanya rasa ego ini harus menyingkir penuh
untuk bisa meminta kalian ada di sini, ada untuku dan untuk menjadi pembenaran
setiap pasal-pasalku. Jadilah aku menyingkir dari kalian untuk sementara waktu
ini, aku janji hanya untuk sementara waktu. Dan tolong jangan anggap ini
sebagai masalah besar yang harus diselsesaikan apalagi dikhawatirkan. Sungguh
sahabat jangan biarkan aku lebih tersiksa oleh rasa khawatir itu.

 

“iya cel, it’s not the first time that I felt
but it’s so hurt to accepted in my heart
, maafin gw belum bisa cerita saat
ini, tapi jujur malam itu gw butuh lo banget untuk ngasih spirit dan untuk
‘mukul’ gw lewat nasehat lo. Tapi mungkin gw ga terlalu sabar untuk nunggu lo
ada, dan gw ga terlalu sabar untuk bisa ikhlas nerima ini tanpa air mata.
Maafin gw yah… gw tetep akan cerita sama lo tapi mungkin ga saat ini. Please
don’t worry about me and Thanks for being my best friend
cel. Lo masih mau
nunggu sampe gw cerita kan?? Gw butuh lo banget"

 

“mak maafin aku, karena ga bisa nahan semua ini, ga
kuat nahan air mata untuk ga keluar, ga bisa nahan sakit dan perihnya nerima
kenyataan, ga bisa sekuat yang dulu, ga bisa setangguh yang dulu, ga bisa balik
lagi jadi enie yang dulu, maafin ya mak. Aku tahu kamu terus berdoa buat aku
dan begitupun sebaliknya aku selalu berdoa juga yang terbaik buat kamu. Jujur
malam itu cuma kamu yang tau gimana hancurnya hati ini, gimana kecewanya aku
sekaligus gimana rasa leganya. Sedihnya udah ga terasa lagi tapi rasa
penasarannya masih ada sampai sekarang, aku masih pengen tau alasannya tapi aku
udah ga punya kepercayaan diri lagi buat bisa percaya sama orang lain. Maaf ya
mak, biarin aku begini dulu, maaf juga sms yang ga bisa aku balas dan
teleponnya yang ga aku angkat. Aku cuma ga mau bikin kamu khawatir lebih karena
masih banyak hal yang harus kamu selesain. Sukses buat seminarnya yah, aku dukung
kamu kok mak. You are my beloved friend, Miss u mak”

 

“maaf arya, kamu jadi ada diantara aku dan para
sahabatku, maaf untuk beribu kata yang tak tersampaikan. Bukan aku ga percaya
kamu, tapi mungkin untuk saat ini lebih baik kamu ga tahu apa-apa. Saat aku
bales YM-an itu yang terfikir adalah kamu bukanlah temen-temen lamaku [mereka]
yang tahu dan mengerti aku lebih, jadi ga akan ikut-ikutan khawatir seperti
mereka dan juga ga akan ada pertanyaan-pertanyaan besar lainnya. Tapi ternyata aku
salah, dengan kejadian kemarin salah satu temenku ngerasa jadi “bukan teman
yang baik” seperti yang kamu bilang, tapi apa daya semua udah kejadian. Aku
minta maaf banget udah bikin kamu ikutan pusing dan mikir. Maafin aku ya?? Oh
iya satu lagi, aku percaya kamu kok jadi jangan bilang lagi ‘km percaya aku kan non?" 

 

Teman, terimakasih untuk jadi temanku

Sahabat, terimakasih untuk jadi sahabatku

 
Tiada terkira rasa indahnya bila bersama kalian,
tiada resahnya jika berkumpul bersama kalian dan tiada dua bahagianya ada di
tengah-tengah kalian.

 
Aku hanya ingin bilang bahwa aku akan baik-baik
saja, aku janji demi kalian.

 

Tunggu aku sampai saatnya nanti aku berhasil
membunuh perasaan sakit ini dan membuang jauh-jauh ketidaknyamanku. Tetaplah
menunggu sampai tiba waktunya.

 

 

 

 

**Dikala mencuri waktu dari kebiasaan baruku
[menangis]
  Coba air
mata itu rasanya manis pasti aku mau sering-sering nangis apalagi kalau ga pake
bengkak :)

Ketika seorang pencemburu curhat kepada si yang sering dicemburui

Filed under: curhat — eniecha at 6:44 pm on Sunday, March 2, 2008



“Kenapa ya
mba dia1 tuh ga pernah bisa jujur sama aku tentang dia2??”

 
“Emang
dia2 sebaik apa sih mba??”

 
“Emang
dia2 sehebat apa sih mba?? Sampai-sampai dia1 rela ngorbanin apa aja buat dia2”

 

 

 Spechless
saya…

 

Segitunya
kah perasaan si gadis ini?? ya saya tahu dia amat kecewa dengan dia1 karena
tidak pernah jujur dan terbuka untuk masalah yang satu ini. Masalah yang
sebenarnya bukan masalah besar, tapi cukup rumit untuk dijelaskan apalagi
dijabarkan dengan ilmu aljabar. Hehe. Buat saya masalah percintaan kadang sering
bikin kepala ini sakit, perasaan ini tercabik-cabik dan fikiran ini melenceng jauh.
Entah itu love story-nya orang lain atau love story saya sendiri, ya yang pasti
kalau pengalaman pribadi saya tentang cinta sih ga pernah ada ceritanya indah
tuh, pasti kelam semua [hhh…menghela nafas sesaat].

 

Untuk case
kali ini si gadis yang merupakan adiknya sahabat saya sekaligus pacarnya teman
saya dan orang yang selalu cemburu sama teman saya juga [nah lo
bingung,,bingung deh lo] sekarang sedang merasa bahwa hubungannya sangat tidak
sehat. Karena selalu dibayangi rasa ketidaknyamanan atas ketidakJUJURan dan
ketidakMENGERTIan dia1 akan perasaannya. Gadis ini pernah merasa sakit hati karena
pada satu ketika dibohongi dia1 yang diam-diam menemui dia2 di satu kesempatan
tanpa konfirmasi sebelumnya. Entah awal mulanya bagaimana?? Tapi yang jelas
memang kejadian waktu itu bikin dia trauma dan benar-benar sakit hati pada dia1
dan dia2.

 

Hmm menurut
saya cemburu itu wajar koq dalam hal berpacaran [ciye elah,,sok banget gw
padahal pacaran aja kga pernah ;p] sebatas rasa cemburu itu dengan kadar yang
normal dan dalam kondisi yang aman. Maksudnya cemburu boleh aja asal jangan
cemburu buta, dan tau siapa yang perlu dicemburui dan siapa yang ga ‘penting’
dicemburui. Gitu loch. Dalam case si adek ini sih sebenernya wajar kalau dia
sampai cemburu begitu karena memang ya dia1 emang rada-rada, lagian ngapain
juga harus keep silent kalo cuma mo nemuin dia2? Bilang aja jujur napah kalau
emang mau kontak atau mau pergi atau mau ketemu atau apalah yang berhubungan
sama si dia2 itu. Ga perlu ditutup-tutupin, lagian yang namanya kebohongan
lambat laun akan ketauan juga koq. Saya ga tau ya, sebenernya ada motif apa
dibalik sikap NGUMPETNYA itu? Tapi bentar, si dia2 pernah ngomong sih sama saya
kalau si dia1 itu CEMEN, PENGECUT dan GA GENTLE gitu. Saya sih sampai sekarang
juga ga ngerti apa maksudnya, tapi sepertinya sedikit-sedikit saya mulai
menyadari bahwa……… [ga mau berasumsi aahh]. Lepas dari soal cemen-cemenan, yang
pasti si gadis ini ternyata mikirnya sampai jauh loh, dia jadi berasumsi bahwa dia1
itu berfikir kalau pacarnya [si gadis] akan mengapa-apain si dia2 kalau sampai
ketahuan mereka saling kontak
it’s mean kalau si gadis berfikir apakah dirinya
segitu jahatnya kah?? Segitu sadisnya kah?? Segitu kuatnya kah sampai-sampai
dia1 berfikir kalau dia akan menganiaya dia2 [sadis,,,*hiperbolis mode on*].
Ribet euy nyeritainnya.

 

 
“Kenapa
sih mba, dia1 pengen banget ngejagain dia2 dan bilang kalau dia2 salah satu
dari berapa orang di dunia ini yang akan selalu dilindungi?”

“Kenapa
sih mba, aku yang pacarnya tapi dia ga bisa terbuka untuk ngomongin segala
sesuatu dan lebih memilih ngomong sama dia2?”

 


“Kenapa
sih mba, harus ada dia2 diantara aku dan dia1?”

 

 dan masih
banyak lagi…

 

Terus
terang saya sih belum bosan dan Insyallah ga akan pernah bosen denger cerita si
adik kecil ini, karena saya senang koq jadi Problem Solver untuk orang lain.
Karena ini juga bukan untuk yang pertama kali koq saya jadi pendengar yang
baik
, penyejuk hati ataupun penasehat sejati *halah lebay
deh* tapi lebih tepatnya sih tong sampah. Haha. Walaupun terkadang saya bingung mencari
siapakah Problem Solver untuk diri ini?? Saya kadang suka kasian sama gadis
ini, sering banget nyakitin diri sendiri dengan hobinya menangis. Padahal
nangis juga ga akan ngerubah apapun bukan?? Makanya saya cuma pengen kasih
spirit sama dia, kasih kekuatan, syukur-syukur bisa ngasih nasehat yang akan
membuat semua menjadi lebih baik. Amien.

 

Pertama-tama
dia minta nasehat saya untuk gimana caranya bisa menghilangkan rasa cemburunya
sama si dia2 dan sekaligus membuang prasangka buruk yang bikin sakit hati
terus-menerus [penyakit hati tuh]. Saya bilang “kamu tau ga apa rasanya
dicemburuin?? Cobain deh sekali-kali ntar pasti berasa”, saya minta dia untuk
menempatkan diri sebagai si dia2 yang notabenenya si tersangka atau si yang
dicemburui. Kemudian baru saya jelaskan bagaimanakah rasanya menjadi sosok yang
seperti itu, “tau ga dek rasanya?? Ga enak banget, nyakitin, rasanya seperti
makan buah simalakama, sama sakitnya sama yang cemburu, kita ga pernah
ngelakuin hal-hal yang negative, ga melakukan kejahatan, dan ga berbuat hina
tapi berasa ada dosa di depan mata, ada orang yang sakit hati karena kita, ada
orang yang benci sama kita, ada orang yang marah sama kita bahkan mungkin akan
memaki-maki [lebay] dan ada orang menderita karena kita. Padahal kita ga
ngapa-ngapain?? Rasanya lebih sakit dari yang dicemburui, rasanya lebih rendah
dari yang hina dan lebih nista dari yang kotor” wuuu…… Ya karena pengalaman
pribadi maka lancarlah saya berfalsafah *tsah*.

 

Mungkin
cuma dari situ gadis itu mulai mengerti kali ya, bahwa ga ada fungsinya dia
cemburu sama si dia2 karena hubungan mereka pure cuma temenan/sahabatan tanpa
embel-embel lainnya. Lagipula si dia2 sudah punya belahan jiwanya koq, jadi ga
ada alasan juga kalau masih cemburu, kecuali saya. Jelas karena masih tetap
setia menjomblo ga jelas, wajar kalau dicemburui banyak orang. Kemudian si
gadis sudah mulai menata hati, dimulai dengan membuang jauh-jauh negative
thinking
-nya, rasa cemburunya, rasa sakit hatinya dan mulai menjalin komunikasi
yang baik dengan si dia2. Percaya ga percaya bahwa komunikasilah yang dapat meruntuhkan
dinding antara si A dan si B yang ibaratnya si pencemburu dan yang dicemburui
agar lebih bisa bertukar fikiran antara satu sama lain. Tau isi otak
masing-masing gitu deh bahasa gampangnya.

 

“Aku udah
coba mba untuk bisa baik sama dia2 walaupun dalam hati masih sakit hati banget
sama masalah yang dulu, tapi kenapa dia1 ga bisa ngeliat niat baik aku dan
malah nutup-nutupin kalau ada segala sesuatu yang berhubungan sama dia2”

 

“Emang aku
dianggep apa mba??”

 

Nah kalo
pertanyaan yang terakhir bukan kompetensi saya untuk ngejawab :)
 

 

“Kenapa
sih dia1 ga pernah bisa jujur sama aku?”

 

“Kenapa
sih dia1 ga bisa ngertiin perasaan aku?”

 

“Kenapa
sih dia1 selalu ngebohongin aku untuk masalah dia2?”

 

Kayanya
pertanyaan itu pantasnya diajukan ke dia1 deh…Karena kalau ke aku sama-sama ga
ketemu jawabannya.

 

Rasanya
kalian perlu komunikasi dua arah dulu deh baru memperluas jaringan jadi tiga
arah..hehehe…antara aku, kamu dan dia [gitu pribahasanya].

 

Aku
sebenernya niat banget untuk mencari tahu ada apakah gerangan, akan tetapi dia1
ini orangnya super cuek dan sedikit sensitive kalau untuk masalah beginian. Aku
mungkin bukan orang yang menurutnya tepat untuk diajak diskusi untuk hal ini.
Pernah aku coba tanya, tapi jawabannya datar dan terkesan ga ada respon, so
close case
aja kalo gitu. Tunggu kesempatan yang lain ajah saat dia benar-benar
siap dan enak untuk diajak bicara. Terus terang sayapun memang bukan orang yang
teramat dekat dengan dia1 karena semula yang dekat dan yang sering bertukar
fikiran dengan dia1 adalah dia2, namun apakah dengan cara meminta pertolongan
dia2 akan menyelesaikan masalah yang terjadi antara dia1 dan si gadis?? Saya
rasa itu bukan cara yang tepat…tapi ga tau juga deh, perlu dicoba ga yah??

 

So buat si
gadis sekaligus adik kecil, sabar ya, aku cari timing yang tepat untuk sharing
sama dia1 itu tapi inget ga boleh cemburu loch,,,hehehe *piss yo*

 

 

 

Dia1  : pacar si gadis yang notabenenya teman saya
Dia2 :
teman/sahabat wanitanya dia1 atau si yang dicemburui yang notabenenya teman
saya [juga].

Heart Song

Filed under: emotion — eniecha at 1:37 am on Thursday, February 28, 2008

 

Ketika rinai air hujan turun membasahi bumi
tak ayal semuanya pun basah tanpa ampun, begitupun ketika air mata tak lagi
dapat dibendung semua keluh kesah campur baur tumpah menjadi tetesan-tetesan
itu. Semua berubah mengharu biru, seakan alampun tahu bahwa sesakan hati memilu
tajam. Lelah sudah menempuh separuh perjalanan ini namun tak kunjung temukan
jalan terakhir untuk sampai ke tujuan. Terhenti di tengah hanya akan membuat
kesulitan maka putusan fatalpun tersembul untuk kembali meniti jalan pulang.

 

I’ve
been living with a shadow over head
I’ve
been sleeping with a cloud above my bed
I’ve
been lonely for so long
trap
in the past that I just cant seem to move on

 
I’ve
been hiding all my hopes and dreams away
Just
in case I havent need them again someday
I’ve
been setting a sad time
to
clean a little space in the corners of my mind

 
All
I wanna do is find a way back into love
I
cant make it through without a way back into love

 
I’ve
been watching above the stars refuse to shine
I’ve
been sending but I just don’t see the sign
I
know that its out there
Theres got to be something for my soul somewhere

 
I’ve
been looking for someone to shed some light
Not
somebody just to get me through the night
I
could use some directions
And
I’m open to your suggestion

 
All
I wanna do is find a way back into love
I
cant make it through without a way back into love
And
if I’m open my heart again,
I
guess I’m hoping you’ll be there for me
In
the end

 
There are moment where I don’t know what its real
Or
its funny about the feel the way I feel
I
need insuration not just another negotiation

Lyric by Hugh Grant & Drew Barrimore [Way
back into love]

 

Akhirnya saya pulang ke peraduan, mengadu
sampai gaduh dan mengeluh tanpa ampun. Serasa inilah pilihan terakhir yang akan
dibuat, pulang dengan tangan hampa tanpa sedikitpun senyum kemenangan.
Kesadaran menghentakkan jiwa dan batin ini ketika banyak hal yang dirasa tak
berprikemanusiaan terpampang jelas di liku perjalanan hidup. Entah rasanya
seperti mimpi menjalani kehidupan seperempat bagian dalam tahun ini. Putus
sudah semangat pengharapan yang kemarin dikumandangkan. Letih sudah penantian
yang sempat diperlihatkan kemarin. Dan akhirnya lagi-lagi penyerahan tanpa
syarat jurus terakhir yang mampu dipersembahkan untuk kehidupan saya.

 

You did it again
You did hurt my heart
I don’t know how many times
You… I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
and now you let me down


You turn my whole life so blue
Drowning me so deep,  I just can reach myself again
You successfully tore my heart
Now it’s only pieces
Nothing left but pieces of you

You frustated me with this love
I’ve been trying to understand
You know i’m trying i’m trying
You.. I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
and now you let me down

Lyric by Ten 2 Five [You]

 

Sadar bahwa kehidupan tidak akan terus berada
di sini, maka menyiapkan langkah selanjutnya adalah hal yang wajib dilakukan
dengan sigap. Mengawali setiap tindakan dengan doa dan niat yang baik harus
diutamakan agar segala sesuatu dapat berjalan semestinya. Bersiap untuk
mengambil ancang-ancang bangun dan berdiri, walaupun saya sepenuhnya sadar
bahwa untuk kembali berdiri dan melangkah lagi perlu menyeleksi waktu. Namun
alampun tak akan mau menunggu jika keteguhan hati tak segera beranjak, harus
sekarang, harus dimulai dan harus bisa. Yakinkan hati.

 

Tell me is it worth the pain
When your pride plays the wrong game
Blinded by suspicious mind
Though you could read my heart and cross the
line
In everything you see…
Keep everything back me


Though my broken heart
Tear my dreams apart
I’ll be all right
I’ll be all right
Just a broken heart
Not a word to fight
I’ll be all right
I’ll be all right

 
Deep that bad taste in your mouth
Half your truths stay on your side
Unleash all your demons free
They’ve been hiding
All that you’ve refused to see

 
Take everything back me

 
Obvious inside I’ll be all right
Through the years, many tears I have wasted
I’ve moved on, moving on
Can’t erased, can’t replaced what I’ve tasted 

Lyric by Anggun [I’ll be alright]

 

 
Terima kasih untuk tetesan air hujan, terima
kasih untuk petir menggelegar, terima kasih untuk derasnya rintikan dan terima
kasih alam untuk mau bicara. Semoga tidak hanya alam yang mampu membangunkan
jiwa akan tetapi makhluk alam ini seyara sontak memberikan sedikit kesempatan
diri untuk dapat menikmati hangatnya sinar mentari, siangnya terik matahari,
dan lembutnya cahaya panas sang surya.

 

Thank you India
Thank you terror
Thank you disillutionment
Thank you frailty
Thank you consequence
Thank you silent

Lyric by Alanis Morriset [Thank you]

 

 

Next Page »