Only my whisess and the hopeless
Tiba2 aku
pengen telepon ‘dia’ sejarah masa laluku. Mungkin bukan masa lalu tepatnya tapi
masa lalu, masa kini, dan masa depan [mengarangindahsekali mode on]. Udah lama
kita ga pernah komunikasi, seingatku hampir tiga tahun ini dan tidak pernah
bertemu lebih dari enam tahun. Hebat bukan??
Apanya yang
hebat jika mencintai orang yang sama sekali ga tau dari mana asal-usulmu..iya
sih tapi ngerasa bangga aja [*dasar orang yang aneh*] kalo sampe sekarang aku
masih memiliki ‘rasa’ sama orang yang ga tahu dimana rimbanya. Tapi nomor
telepon rumahnya masih tersimpan boo di phonebook hp….amit-amit deh aku koq
bisa-bisanya masih nyimpan.
Ya TUHAN aku
ingin sekali mendengar suaranya lagi, ga perlu bertatap deh, cuma pengen say
hai ajah. Apakah itu terlalu berlebihan?? Aku rasa,,,oh tidak!! Yup cukup.
Hmm sekedar
intermezo lebih dari 2 tahun yang lalu tepatnya dini hari di lebaran kedua, finally
aku ‘jadian’ sama ‘dia’ tapi cuma sehari doank [aku sih ngerasanya cuma sehari
ga tau dia yah, prosesnya cepet banget sih]. Setelah tengah malam buta dia
menelepon dan berkata ‘sayang’ pada diriku dan kita memutuskan untuk menjadi
sepasang kekasih. Tapi setelah itu ga ada kabar beritanya lagi, sampai suatu
saat aku menelepon dari ‘kota gudeg’ pada tengah malam
Suara tuts hp
menekan nama “ai site iru”
Aku : “ass…kamu dimana?”
Dia : “wss..aku di depan kejaksaan, lagi hang-out ma temen-temen, kamu dimana?”
Bagus,,masih
inget suaraku rupanya
Aku : “ya di *sini* lah”
Dia : “ohhh…”
Begitu
doank….standart banget sih
Aku : “kenapa ga pernah telepon?”
Dia : “telepon rumah kan dikunci ga bisa keluar”
Aku : “kenapa ga pernah sms?”
Dia : “sorry aku ga pernah ada pulsa”
Blammm…
Hitam gelap
gulita
Aku : “ohh ya udah. Ass”
Tuuuuuutttttt
Setelahnya aku
menangis sejadi-jadinya
Berhari-hari
bermuram durja dan seminggu ga masuk kuliah….
EDAN
Secara saat
itu sudah lebih dari 3 bulan dari dia memaksaku untuk menjadi kekasihnya. Dan
dia masih tidak punya pulsa. Tidak punya pulsa untukku, tepatnya. Ironis
Sebenarnya getar-getar
cinta antara kita telah ada pada tahun Milenium dan saat itu aku hanya
berharap-harap bahwa keajaiban suatu saat akan datang
…ternyata “kalo jodoh ga akan
kemana” itu kata-katanya yang selalu aku ingat, hihihi ^_^
Malam ini aku
mencoba untuk memberanikan diri memencat nomor telepon rumahnya dengan jantung
yang terus berdebar. 76634** Nut..nut..nut..nut..nut…..tuttttt. Ga ada yang
angkat boo. Hmm mungkin ini terlalu malam untuk menghubungi seseorang [saat itu
pukul 20.25]. Dua kali mencoba dan selalu gagal, apakah akan ada usaha yang
ketiga kalinya yach??? Kita liat ntar.
Masih dapat
terwujudkah kata-kata “kalau jodoh ga akan kemana”
Berjodohkah
aku dengan dirinya???
Only my
whisess and the hopeless
r… y….
a…..
call me latter