“a cup of coffee in the morning”

the freedom to wrote, the lesson for learn, the character of me, but not the dream come true, inspired by torabika 3 in 1

no reason for hating our life

Filed under: Uncategorized — eniecha at 8:00 pm on Sunday, April 29, 2007

Hari ini jangan dimulai dengan emosi yang akan mengalahkan semangat untuk bekerja giat. Semalam tidur saya lumayan nyenyak walaupun terganggu dengan dering dan telepon dari entah siapalah dia. Mengherankan sekali di zaman extraordinary seperti ini masih saja ada manusia bertingkah aneh. Menyebut dirinya teman saya tapi secara kasat matapun saya tak tahu, hanya memang kita pernah berkomunikasi dengan "jaringan super canggih masa kini", tapi bukan berarti lantas kita benar-benar menjadi sahabat bukan?? Kalau cara pandang saya sih tidak, entah orang lain yah. Saya memutuskan untuk tidak berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan entah siapalah dia itu karena dia orang yang sangat membosankan dan selalu membuat pertanyaan yang berulang-ulang [kalopun dia pikun tapi itu mah akut banget kali, sampai nanya hal yang sama berulang-ulang].

Hhhh menyedihkan sekali menjadi saya, hari ini dimulai dengan pagi yang menyedihkan dikarenakan saya teringat pada orang yang saya cintai, hormati dan hargai yang ternyata meninggalkan dan menelantarkan saya begitu rupa entahlah semua karena siapa. Yang pasti serasa dunia ini sempit sekali, hanya untuk sekedar mencuri nafas lega saja sulit, mencari pembenaran dalam setiap hal yang saya lakukan, mencari arti dari hidup ini, atau malah mencari jati diri. Menangis di pagi hari [jangan pernah nyobain deh, ga enak banget, mata jadi sepet].

Saya berharap suatu saat nanti akan ada perubahan besar dalam hidup saya yang akan membawa ke arah yang lebih baik dari saat ini. Tentang hidup, karir, social life, percintaan dan bahkan sampai peningkatan ketaqwaan saya kepada keyakinan yang saya imani saat ini. Entahlah kapan masa itu akan datang, mungkin besok, mungkin satu bulan lagi, mungkin 2 tahun lagi, mungkin mungkin dan mungkin. Hanya pengharapan yang besar, usaha yang tak pernah kenal lelah dan doa yang selalu terselip di bibir.

Apapun yang sedang saya alami ini merupakan skenario Yang Maha Kuasa dan saya tidak punya kekuatan untuk menolak, menahan, dan lari dari kenyataan ini. Pasrah dan mencoba mensyukuri walaupun terasa perih saat menjalaninya. Tapi saya amat sangat yakin bahwa Ia tak kan berikan sesuatu yang saya tak mampu kuasai. Semoga pencarian pembenaran saya tentang ini disetujui banyak pihak.

Akhir kata saya hanya ingin bahagia dan hidup normal seperti semuanya,,,

Lovenie

hmm apa ya??

Filed under: emotion — eniecha at 9:42 pm on Wednesday, April 4, 2007

Ternyata untuk "naik kelas" harus melewati banyak ujian dulu ya?? Menjadi orang dewasa itu sulit , harus mengerti keadaan, harus tau situasi, harus bisa menjaga fikiran dan perasaan [terkadang malah harus berkorban], dan yang pasti harus rela untuk sakit [sakit fisik maupun hati]. Oalah mak jan,,perih nian!!!

Setiap orang hidup pasti pengen hidupnya enak, dalam arti kata hidup berkecukupan dan bahagia [siapa juga yang ga mau??] malah ada yang menambahnya dengan menjadi ‘terkenal’. Dinamika kehidupan memang sulit sekali dimengerti, ada orang menjalani kehidupan dengan spirit ‘live must go on", punya motto "hidup mengalir bagaikan air" or dalam bahasa londonya "let it flow", buat para workaholic "hidup itu kerja", para hedonis beranggapan "hidup ya buat dinikmati" bagaimanapun cara menikmati kehidupan itu ataupun sebagian masyarakat yang lebih spirituil berfikir bahwa "hidup itu ibadah" dimana&apapun yg kita lakukan semua itu untuk mencari ridhoNya…hmm menarik bukan??

Sekarang ini aku lagi dalam keadaan menikmati hidup dari cara yang berbeda. Terbiasa mengalami "kepahitan dan ketidakenakan" hidup membuat aku tak lantas menjadi lemah, justru dorongan untuk semakin kuat dan bertahan dengan keadaan sesakit apapun harus dilalui dengan keihlasan [apa itu kuncinya??]
Saat aku ga bisa bercerita kepada siapapun tentang keadaan yang kini aku alami, maka aku hanya dapat bersujud dan menangis. Atau kalo masih lebih beruntung semua kesedihan pasti tertuang dalam bentuk tulisan. Seperti apa kata seorang temanku bahwa jika kita dalam masalah jangan cepat-cepat melarikan cerita itu ke orang-orang untuk dibantu, tapi usahakan selesaikan dengan dirimu sendiri atau tanya pada TUHANmu dan berkeluh kesahlah padaNya karena tidak ada yang lebih pantas untuk dikeluh kesahkan kecuali TUHANmu yang Maha Mengetahui..

Hmm intinya semua cobaan yang berasal dari Dia tidak akan melewati batas kemampuan kita, ya ga??
semoga semua ujian ini akan cepat berakhir…

amieeennnn