no reason for hating our life
Hari ini jangan dimulai dengan emosi yang akan mengalahkan semangat untuk bekerja giat. Semalam tidur saya lumayan nyenyak walaupun terganggu dengan dering dan telepon dari entah siapalah dia. Mengherankan sekali di zaman extraordinary seperti ini masih saja ada manusia bertingkah aneh. Menyebut dirinya teman saya tapi secara kasat matapun saya tak tahu, hanya memang kita pernah berkomunikasi dengan "jaringan super canggih masa kini", tapi bukan berarti lantas kita benar-benar menjadi sahabat bukan?? Kalau cara pandang saya sih tidak, entah orang lain yah. Saya memutuskan untuk tidak berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan entah siapalah dia itu karena dia orang yang sangat membosankan dan selalu membuat pertanyaan yang berulang-ulang [kalopun dia pikun tapi itu mah akut banget kali, sampai nanya hal yang sama berulang-ulang].
Hhhh menyedihkan sekali menjadi saya, hari ini dimulai dengan pagi yang menyedihkan dikarenakan saya teringat pada orang yang saya cintai, hormati dan hargai yang ternyata meninggalkan dan menelantarkan saya begitu rupa entahlah semua karena siapa. Yang pasti serasa dunia ini sempit sekali, hanya untuk sekedar mencuri nafas lega saja sulit, mencari pembenaran dalam setiap hal yang saya lakukan, mencari arti dari hidup ini, atau malah mencari jati diri. Menangis di pagi hari [jangan pernah nyobain deh, ga enak banget, mata jadi sepet].
Saya berharap suatu saat nanti akan ada perubahan besar dalam hidup saya yang akan membawa ke arah yang lebih baik dari saat ini. Tentang hidup, karir, social life, percintaan dan bahkan sampai peningkatan ketaqwaan saya kepada keyakinan yang saya imani saat ini. Entahlah kapan masa itu akan datang, mungkin besok, mungkin satu bulan lagi, mungkin 2 tahun lagi, mungkin mungkin dan mungkin. Hanya pengharapan yang besar, usaha yang tak pernah kenal lelah dan doa yang selalu terselip di bibir.
Apapun yang sedang saya alami ini merupakan skenario Yang Maha Kuasa dan saya tidak punya kekuatan untuk menolak, menahan, dan lari dari kenyataan ini. Pasrah dan mencoba mensyukuri walaupun terasa perih saat menjalaninya. Tapi saya amat sangat yakin bahwa Ia tak kan berikan sesuatu yang saya tak mampu kuasai. Semoga pencarian pembenaran saya tentang ini disetujui banyak pihak.
Akhir kata saya hanya ingin bahagia dan hidup normal seperti semuanya,,,
Lovenie