“a cup of coffee in the morning”

the freedom to wrote, the lesson for learn, the character of me, but not the dream come true, inspired by torabika 3 in 1

Yang lalu biarlah berlalu…

Filed under: Uncategorized — eniecha at 8:16 pm on Thursday, June 28, 2007

 

Duh kenapa sih ‘dia’ harus datang lagi di
saat kondisi perasaan saya sedang normal. Tidak terkontaminasi hawa ataupun
nafsu apapun *halah*, di saat sedang menikmati bermain bersama sang waktu dan
sedang menunggu jawaban dari si takdir.
Selalu saja orang-orang masa lalu itu muncul
tiba-tiba tanpa pernah ada kata aba-aba. Mengherankan!!! Kenapa pula selalu saya
yang jadi korbannya??? Cukuplah setahun yang lalu dia datang tanpa permisi dan
pergi tanpa pamit, tapi jangan kembali lagi menampakan batang hidungya persis
di depan muka rumah saya.
Mengenaskan!!! Datang dan berkata di saat kondisi ala
kadarnya [at least gw cuma pake kaos plus celana super pendek dan rambut
acak2an] dan ketika saya sedang menikmati film korea paporit saya.
Mengganggu!!!

 

Huh menyebalkan sekali……

 

Berkata ”sombong, luh nie” kepada saya, padahal sih
dianya ajah yang sudah mendahului sifat itu dari saya. Jujur sebenarnya malam
tadi saya shock bukan kepalang karena tanpa dinyana *halah* dia sudah ada di
depan rumah bersama rekannya sekaligus tetangga lama saya [ampun deh tetangga
lama dan tetangga baru, apa bedanya coba? wong sama-sama ’tonggo’]. Ya memang dia datang bukan untuk bertamu melainkan hanya lewat depan rumah dan kemudian sedikit me’reuni’
[mungkin itu kata yang sangat tepat] secara setelah kita bertiga berkumpul
datanglah satu orang lagi alumni smp kami dan satu orang lagi [wuahh rame]. Berbicara
ngalor-ngidul ra mecoto* dan berakhir dengan say ”da-dah, mpe ketemu lagi” ihh
basi banget deh. 

 

Di sela-sela pembicaraan itu kami saling
mengingatkan betapa [kenapa harus di bold??] saat-saat kebersamaan setahun
lalu yang tak terlihat itu sirna begitu saja. Ahhh ya sudahlah mengingat itu
hanya membuat saya semakin mual dan dada saya sakit karena tak kuat menahan
himpitan keingintahuan yang lebih besar. Selain itu tetangga saya ini mengulas detik-detik tragedi ini terjadi yang sontak semakin membuat
saya juga takut setengah mati jika mengingatnya, tapi itulah yang menjadi awal mula dari kemudian
saya ”meledek”nya terus-menerus dalam hal apa saja dan sampai akhirnya dering telepon genggam ‘dia’
berbunyi dan [maaf ini penekanan kata lagi] suara wanita cantik
terdengar diujung sana.

 

”halo..iya ni lagi di praja, lagi reuni sama
anak-anak smp, ada enie, nita, ncek” begitu katanya

dan bla..bla..bla… saya ga mau dengar

”itu anak smp kita juga lho?” kata seorang
teman dan tetangga saya itu

"pacarnya [penekanan kata yang uhgggg...]" lanjut si tetangga

”siapa? seangkatan, adek
angkatan, kakak angkatan?” berondong saya

”seangkatan, itu si anu *halah anu* ”
begitu penjelasan teman saya itu lantas pergi entahlah kemana.

ya..ya..ya saya kenal, kenal baik malah :(

Tinggal saya dan teman saya yang satu
lagi kemudian mengobrol seadanya sembari menunggu bapak yang satu itu asyik
teleponan [ihh nadanya jealous situ]

 

OMG…hanya itu yang terlintas dalam benak
saya ”an***t ternyata bukan cuma gw doank yang digombalin, gile bener ni cowo
ga bisa liat orang kincling dikit” Haduh udah campur aduk, nano-nano deh
perasaan saya itu.

 

Tadinya saya fikir ini awal yang bagus
karena perjumpaan saya ini diawali dengan menanyakan kasus kemarin itu.
Kenapa tiba-tiba
ngilang? Kenapa no hp-nya saya delete [ya iyalah secara dia tiba-tiba nongol
tiba-tiba pula ngilang...capee dee]. Mempertanyakan kegiataan saya dan
begitupun sebaliknya, menanyakan sejak kapan saya stay in jakarta?? [duh plis
deh, padahal bulan januari/februari kami bertemu di pernikahan kawan saya,
dasar siwer :p]. Wah pokoknya jadi gemana gethoo. Tapi yang bikin saya kemudian
shock lagi adalah kenyataan bahwa no hp saya pun sudah tidak ada di
phonebook ponselnya?? Ih kebangetan banget yak?? Itu baru saya sadari ketika
saya bertanya pada salah satu teman yang ada di situ juga. ”no lo ga ganti kan
nit?” terus dia dengan entengnya ngomong ”ko no gw ga ditanyain ni?” ihhhh plis
deh. Ya sudah kemudian saya suruh dia miscall no saya, supaya saya bisa
menyimpan no-nya lagi [padahal sih ga penting banget, ya daripada-daripada,
mending gw ga save no dia, hiksss], dan ternyata??? ”hehehe…ni no lo juga dah
ga ada” uhgggggg nyebelinnnn. Dengan berat hati saya ambil ponselnya dan
mengetikan no saya, terserah mo diapain tuh no dan mo ditulis apa kek di
phonebooknya ”GW GA PEDULI” [yakin luh???] au ah blebeg*

 
*******

 
kemudian curhat on sms di malam hari,,,

 
Pesan teman saya ”lo kan emang udah sering
ketemu mr.
On Off macem begitu dalam hidup
lo??so ga aneh lagi kale. Dan itu ga tragis koq, coz gw juga sering ngalamin”

Saya tanggapi dengan ”Ih gigi lo gendut ga
tragis, masa love story gw slalu berakhir dengan kaya gini seehh.iya iya ini
bukan yang pertama kali. Cukup!!!”

Itu cuma masa lalu, anggep aja reuni..:p

Ih tau ajah kalo kita semalem reuni
kecil-kecilan…..hehehe

 

 

Finish,,finish,,finish

 

Warm regards,

eniecha

 

 

 

 

i’m 23rd now

Filed under: emotion — eniecha at 7:46 pm on Wednesday, June 20, 2007

duh jadi ngerasa tua nich…setelah perpanjangan umur di tengah malam tadi saya semakin merasa tidak muda lagi [halah, gludaks]. hari ini tepatlah saya menjadi 23 tahun, satu tahun lebih tua dari yang sebelumnya [maksudnya??] ya pokoknya jadi ngurangin umurlah. berarti berapa lama lagi ya saya hidup?? [ups pamali nih].
tapi ya memang pemikiran2 seperti ini yg saya fikirkan sekarang. saya ga lagi hepi dengan istilah ‘ulang tahun’, karena saya semakin sadar bahwa ‘ulang tahun’ berarti mengurangi satu tahun jatah kita untuk hidup di dunia ini. secara eksplisit sih ga keliatan tapi kalo disadari dengan pemaknaan baru deh kerasa, hikss…

by the way, enieway, busway….i’m so happy today coz many people care with me, banyak yang kasih ucapan selamat, kasih doa sampe nagih acara traktiran segala tapi belum ada kado yang mendarat mulus dihadapan [ayo..ayo..ditunggu..ditunggu] hehehe…

ya sudlah…just wanna say happy birthday my self…wish me luck…

regards,,
yg lg ultah ^_^

Why there and Not here

Filed under: Uncategorized — eniecha at 12:27 am on Monday, June 18, 2007



Betapa aku merindukan kota itu..kota yang punya khas dan magic yang begitu
luar biasa, yang membuat aku selalu dan selalu ingin kembali.

 

ngaYogyakarta hadiningrat

 

Indah sekali, tenang sekali, sejuk sekali, menarik sekali, berbudaya sekali
dan misteri sekali

 

I miss jogja very much…

Much for the people in there,,people have such a pleasure smile, a nice
talk, a high culture and lovely man with dark skin

 

I drink milk and then i think fast, clean and smart

I drink hot coffee and then i felt so creative, so coperative and so clever

I drink cool water and then feel free from the polution and also i’m health

I drink a cup of tea and then i feel like the women has a bright carrier

I drink soda and that such have fun every where

Smile smile smile and think positive about my life

In that city at the morning

 

Bertemu dengan orang yang mengerti dan mau mengerti keadaan kita sepertinya
membahagiakan bukan??dulu itu aku rasa sangat…

tapi di sini secara belum ketemu
“orangsepertitu” makanya masih biasa aja

hmmm menunggu mungkin perkerjaan yang membosankan sekaligus menyedihkan
akan tetapi kalo kita bisa belajar untuk menunggu berarti sama saja kita
belajar bersabar?? Ya ga?? Sepertinya iya..hahaha berusahalah untuk menghibur
diri sendiri seketika
sekali lagi di sini

 

Hidup terbebas dari tekanan dan kondisi yang menyesakkan itulah arti dari
kenikmatan hidup di sana bisa tapi di sini sulit

 

Aku rindu sekali, saat-saat dimana aku masih bisa merasakan kebahagiaan,
kesenangan, perhatian dan kebersamaan…sepertinya aku sudah hampir lupa
seperti apa rasanya…

 

Aku hampir lupa bagaimana caranya bisa menghargai orang lain, menghormati
orang lain, mempercayai orang lain, mengasihi orang lain, tenggangrasa antar
sesama, membiarkan orang lain mempunyai rasa yang tulus dan ikhlas atas semua
yang dilakukan.

 

Semenjak aku datang lagi dan berada di
sini
ada banyak perubahan, sejak aku ada dikehidupan yang awal, ketika aku
masih menjadi aku yang sebelumnya, yang penuh hal yang aku sendiri tidak tahu
akan diriku. Merasa kembali ke titik NOL sebelumnya merubah kebiasaan, pola
pikir dan perilaku padahal harusnya tidak perlu terjadi [tidak perlu
menyesuaikan diri lagi] karena hidup di
sini
sudah ku alami sejak lebih dari 20 tahun yang lalu sedangkan di sana hanya 3 tahun cukup. Tapi
mengapa kemudian aku mulai beranggapan bahwa kenikmatan hidup yang sebenarnya
aku dapatkan ketika aku berada di sana
dan bukan di sini. Hhh entahlah
mengapa justru ini yang menjadi bahasan untuk kemudian dianalisa kembali??

 

Hopely that life will be friend with my own life