“a cup of coffee in the morning”

the freedom to wrote, the lesson for learn, the character of me, but not the dream come true, inspired by torabika 3 in 1

Profesionalitas

Filed under: Uncategorized — eniecha at 12:27 am on Wednesday, October 10, 2007


[Kali ini saya akan coba pilih warna terang untuk menulis]
Bukan karena ada apa2 atau perasaan hati yang sedang gimana gitu tapi cuma iseng ajah..hehe..

Sebenarnya saya masih ragu, hal apa yang akan saya tulis kali ini. Inspirasi berasal dari seseorang yang saya kenal [tapi ga kenal banget sih], dia hanya menuliskan pengalaman pribadinya secara eksplisit tapi dibacanya cukup menarik. Menggunakan bahasa sehari-hari terkadang dengan penggunaan bahasa yang tidak lazim buat saya [please deh dasar ONCE* nih]. Tutur bahasanya begitu halus dan santun dan sesekali mengimbuhkan kata-kata atau kalimat "keislaman", beda sekali dengan saya yang dalam menulis menggunakan bahasa semau gw :p. Dalam blog-nya dia menuturkan tentang banyak hal mulai dari perasaannya sampai dengan pemikirannya. Ya sebenernya setiap blog biasanya memang berisi tentang hal2 itu sih.

Dan kali ini saya mau cerita [yup cuma pengen cerita doank koq] tentang profesionalitas dalam bekerja rodo berat kethok’e*. Cuma ingin sekedar sharing aja tentang bagaimana sebaiknya kita bertanggung jawab atas pekerjaan. Saya adalah seorang operator GIS [Geographic Information System] yang kebetulan bekerja sebagai pegawai tidak tetap di bidang pemetaan sebuah departemen yang mengurusi pekerjaan publik. Tugas saya adalah membuat peta yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Saya, biarpun tidak ahli untuk mengoperasikan software2 yang dipakai saat ini, tapi saya berusaha dengan sangat untuk bisa bagaimanapun caranya. Dengan bertanya terus-menerus-lah,mencatat-lah,meminta tolong-lah,dsb [sampai2 rekan kerja menjuluki saya sebagai slowlearner]. Tapi saya ga peduli apapun kata mereka yang penting i can do it gitu ajah.

Nah untuk kata profesionalitas yang tadi saya tekankan di atas adalah karena ketidaksepahaman saya dengan ‘rekan kantor’ ya sebutlah begitu dengan tindakan dan cara kerjanya yang ‘semau gw‘ itu. Saya tau dia capek, saya juga, orang-orang yang bekerja juga pasti akan mengalami kelelahan jika bekerja, itu manusiawi menurut saya. Dan sekali lagi, kerja itu ga ada yang enak, semua itu berat tapi kalau dikerjakan dengan ikhlas ya ga akan terasa kok capeknya. Kalau dipikir kerjaan dia lebih mudah dari saya, tidak perlu duduk berjam-jam sambil melototin komputer dan ceklak-ceklik untuk proses editing, revisi, dan cek plot peta. Yang dilakukannya hanya duduk [mengisi tts] terkadang berjalan jika disuruh, membeli makanan, membuat minuman, dan selebihnya duduk di depan komputer lantas chating. That’s it. Tapi hanya untuk datang lebih awal dan pulang paling akhir apa salahnya sih??kan memang itu tugas dia tho??secara dia yang membawa kunci ruang kantor ini. Ketidak profesionalan dia semakin terlihat akhir-akhir ini karena seringnya dia datang siang, lebih siang dari saya kalau hari-hari biasa, padahal kerjaan saya&orang2 yang menunggu lainya menumpuk. Terlebih jika bu bos dinas keluar kota dia akan dengan leluasannya datang sangat siang karena tahu tidak akan ada yang mengomelinya. Kemudian sudah mulai gusar jika menjelang sore [alias mengusir untuk pulang jika bu bos telah meninggalkan ruangan] hmmm kadang menjengkelkan sekali. Tapi yang paling terlihat adalah sifatnya yang pilih kasih terhadap sesama karyawan, dia akan sangat baik sekali malah memperlakukan seperti tuan bahkan saudara jika orang itu baik. Seharusnya dia tidak bersikap demikian, tapi apa daya??. Sebenarnya saya mungkin termasuk orang yang diperlakukan baik, tapi kadang kala itu semua menjadi pembelaan sesaat ketika saya harus berlapang dada jika dia mulai bertidak ‘semau gw‘. Tapi yang paling saya tak habis fikir adalah keberanian dia untuk mengusir [katakanlah] atasan yang punya banyak kerjaan sehingga menuntut dia pulang lebih sore [tepatnya agak malam]. GILE. Semakin tidak respect-lah beliau-beliau sang atasan itu, dan beberapa rekan kerja juga. Sudah banyak keluhan tentang ketidak [sekali lagi] profesionalitas dirinya terhadap pekerjaan. Saya cuma khawatir kalau karirnya [ciyeh karir, kerjaan maksudnya] akan hancur jika dia terus menerus seperti ini dan tidak mengalami perubahan, yang akan rugi dia sendiri, ya karena itu tadi ‘tanggung jawab’ akan pekerjaannya. Tapi setelah dinasehati bukannya merubah sikap malah keluhan dan keluhan yang saya dengar setiap harinya. Hhhhh capee deee

Mungkin saya juga perlu mengintropeksi diri *kali* untuk tidak berbuat sekehendaknya atau tidak profesional terhadap pekerjaan. Ya selama ini sih masih bisa diatasi selama bos dan rekan kerja dapat diajak untuk bekerjasama. Sangat tidak menyenangkan jika pekerjaan dilakukan tanpa keikhlasan dan tanggung jawab, karena ujung-ujungnya akan merugikan banyak pihak.

Akhirnya saya cuma bisa berkata dalam hati [dan menulis tentunya :p] "yah terserah elo deh mo gimana? yang pasti lo tuh harus profesional sama pekerjaan lo dan ga usah deh ngeluh2 tentang kerjaan ataupun orang2 kantor, toh itu udah jadi tanggung jawab lo lagi" and the last would i say "capee dee ngomong sama tembok, yang ada mental lagi *fuih*"

ONCE : OON Cekali [sekali]

rodo berat kehtok’e : agak berat nih kayanya

best regards
enon enie
[di sela-sela waktu 'tak sibuk',,ciyehh sok berkarier nih yee :))]

Percikan ku

Filed under: Uncategorized — eniecha at 7:18 pm on Sunday, September 16, 2007

Ketika tatapan matamu menghujam penuh arti
Aku seakan tak sadar akan hal itu
Aku terlalu asyik dengan fikiran dan anganku
Tuk tujuan cita-citaku, sampai ku tak hiraukan kamu

Tuhan kalau boleh ku ulang
Kan ku nikmati tatapan itu
Kan ku resapi makna sinar matamu
Dan ku layangkan khayal kau dan aku menyatu

Tapi tlah sekian lama, aku baru terdasar
Aku baru bangkit dan baru mengerti
Sudah terlambatkah tuk semua itu
Aku malu, menyesal dan bersalah

Kadang aku sering layangkan khayal
Jikalau ku bertemu denganmu
Kan ku balas tatapan mesramu dulu
Dengan pancaran rindu yang menggebu

regrads,
lovenie

create  290700
publish 170907

Filed under: Uncategorized — eniecha at 7:08 pm on Wednesday, August 15, 2007

No word,,,No reason for comment,,,and No feeling for writing

Just take this feeling for my own, Just let it flow like a rainbow [*hah* rainbow??]

So simple,,,so simple,,,so simple that i’m not missing you,,,i promise

Couse the distance beetwen us

Couse the feeling beetwen us

Couse the fact in head

Yes,,yes i heard what u say

Yes,,yes i know what u mean

and Yes,,yes i really loving u

Aren’t me a part of your world ??? [*just dreaming all the times*]

Some part missing..

Filed under: Uncategorized — eniecha at 7:56 pm on Sunday, July 29, 2007

Kata orang mimpi hanyalah bunga tidur, dan terkadang mimpi merupakan keinginan seseorang atau doa sebelum tidur. Saya sih sebelumnya tidak benar-benar percaya itu akan tetapi setelah melewati tidur malam panjang semalaman ini saya akhirnya tersadar. Apakah mimpi itu merupakan doa saya atau memang hanya sekedar bunga tidur saja. Untung semalam mimpi saya indah, coba kalau mimpi buruk? Hayduh ga kebanyang deh.

Di dalam mimpi semalam [entah itu malam atau malah sudah dini hari], saya dan beberapa orang terlihat shalat berjamaah di sebuah masjid, saya sendiri tidak mengenali masjid dimana ataupun namanya. Yang saya ingat cuma saat akan shalat itu saya melihat sosok yang saya kenal, bahkan sosok yang saya harapkan menjadi imam dalam kehidupan saya. Entahlah kenapa justru mimpi yang seperti ini yang mem’bunga’i tidur malam saya. Saya melihatnya ia berjajar di barisan paling depan dan tanpa menghiraukan kalau saya ada di situ juga [kasian banget sih gw :((]. Walaupun dalam mimpi saya itu dia bukanlah yang mengimami jamaah akan tetapi saya merasa dia mengimami saya dalam hati *halah ngarep*.

Aneh banget ya mimpinya…

Ya ya ya saya memang menyukainya dan lebih-lebih setelah melihatnya khusyuk melakukan ibadah, saya tambah-tambah mengaguminya..
berharap saya bisa menjadi makmumnya dalam beribadah bersama dan
dalam kehidupan nyata..

Masih rasional kah?? Hhhh semoga orang-orang ‘lain’ tidak melihat saya sebagai
"dreamer sejati" ataupun "pengkhayal bebas"

Tapi entah kenapa mimpi itu seakan menjadi tidak jelas di endingnya, karena saya lupa atau mungkin tidak ada ya di mimpi tentang bagian akhir itu…
*masih nggantung*

Atau sepertinya ini hanya kebetulan saja atau malah merupakan sebagai privat message untuk saya agar lebih me’rajin’kan diri dalam beribah khususnya shalat. Ga pernah terfikir sebelumnya sih kalau yang akan menghantarkan pesan itu harus dia [yang tak akan ku sebut namanya].

Sebelumnya saya diingatkan seorang kawan untuk merubah sikap saya terhadap si ibadah, karena saya sudah terlalu lama cuek dan apatis [sebenernya saya cuma mood2an aja sih]. Dan dia sekaligus mengingatkan saya untuk jangan terlalu lama bermain dengan mimpi-mimpi saya terhadap si perasaan, karena sudah sepantasnya saya terjun langsung untuk berperasaan [sebenernya bukannya ga kepengen ngelepas masa jomblo tapi kalau memang bukan ketemu timingnya gimana donk?]

Ya akhirnya saya cuma bisa berdoa dalam perjalanan hidup ini agar selalu diberikan warning-warning untuk perbaikan kehidupan selanjutnya..amien..

and still some part missing…enie  :))

appreciate for you

Filed under: Uncategorized — eniecha at 1:14 am on Thursday, July 12, 2007

Saya ga habis fikir ternyata begitu akhir kisahnya..tragis, lho kenapa?? Ya karena akhirnya mereka menikah [juga] karena satu dan lain hal [bahasa kerennya MBA or Married By Accident]. Huh, sumpah saya jadi ga ngerti kenapa harus dibuat jalan cerita yang kaya gitu. Harusnya mereka bisa menunjukkan pada orang tua masing-masing donk kalau cinta itu tidak bisa gitu ajah dilarang dan ditentang kemudian ga pakai rasional untuk menyatukan dua insan. Cuma hanya keegoisan mereka sebagai orang tua. Tapi setelah difikir-fikir dan endingnya kaya gini, ini mah anak-anak nya juga yang keterlaluan. Masa cuma gara-gara ga ada izin untuk ‘bercinta’ kemudian mereka menghalalkannya dengan ‘buah’ dari ‘bercinta’ mereka??? Yassalam

Tapi ya salut juga sama mereka berdua ini akhirnya bertanggung jawab akan apa yang telah mereka lakukan dengan meresmikannya di depan penghulu, yang Insyaallah bulan ini terlaksana [amien]. Karena banyak oknum-oknum yang tidak punya rasa tanggung jawab yang kemudian memaksa buah cinta mereka dikeluarkan apapun caranya dan apapun alasannya. Dan kemudian mereka bisa hidup NORMAL seperti biasa tanpa ada rasa dosa. Menyedihkan !!! Membayar dosa dengan dosa.

Saya appreciate dengan langkah yang diambil sahabat saya ini, masih muda tapi sudah berani [mau ga mau harus berani] untuk memulai hidup baru bersama pasangan. Saya ajah sampai sekarang masih ragu untuk memulai hubungan atau berkomitmen dengan orang lain lagi. Rasanya masih belum ada keberanian lagipula ya memang karena belum ada orang yang tepat untuk diajak berkomitmen..hehehe

Hanya doa saya dalam hati agar sahabat saya ini diberikan kemudahan dan kebahagiaan dalam kehidupan barunya kelak, karena saya ingin melihat mereka bahagia berjalan di atas pilihan hidupnya. Begitupun juga saya, semoga kelak saya diberikan orang yang baik pula untuk kehidupan saya selanjutnya..amien..

postingan ini buat teman dan sahabat saya [apalah itu namanya]…
"gw salut ma lo nol..finally ur be really man"…bisa tanggung jawab atas apa yg udah lo lakuin…semoga itu berkah…amien!!!

ketika menjadi SI IRASIONAL

Filed under: emotion — eniecha at 12:18 am on Tuesday, July 10, 2007

aduh kenapa tiba-tiba perasaan gw jadi kaya gini yah??
ga cuma perasaan tapi pikiran gw juga tambah ga nentu
kepala lagi ikut2an sakit, perut mules
padahal cuma sekali ketemu dan cuma beberapa kali terlibat pembicaraan
gila,,,apa jangan2 penyakit lama gw kambuh lagi ya??
duh kalo beneran kambuh bisa gawat nih
apalagi kalo ga ada penyalurannya bisa tambah sinting gw
dan yang lebih menakutkan lagi status gw berat banget untuk dirubah

ihhh kenapa sih harus begini lagi jalannya..
emang ga cukup ya selama ini gw tersiksa dalam kenyataan perasaan gw sendiri
emang ga cukup ya bertahun-tahun gw nanggung rasa kaya gini sendirian
emang ga cukup ya ternyata kenyataan cuma nipu gw doank
emang ga cukup ya permainan kaya gini buat gw hampir gila
kali ini gw bener-bener ngerasa tolol…sangat

jadi ga enak makan, ga nyenyak tidur, ga bisa mikir
emosi naik turun, badan panas dingin, perut mules, tubuh lemes
haduh pokoknya cuma gara-gara hati ini bekerja radikal
semua organ tubuh juga ikut-ikutan radikal dan cenderung separatis
hayduhhh

pengennya denger lagu yang melow-melow, lagu-lagu cinta lagi….ampun!!
pengennya diem ajah soalnya kalo ngomong ga punya tenaga
pengennya maen-maen sama imajinasi sendiri dan mengkhayal bebas
pengennya nangis mulu soalnya kali ini bener-bener ngerasa ga logic
kalo ada yang ngeliat pasti gw kaya orang yang lagi banyak pikiran
terlihat ga ada semangat, pikirannya kacau, hatinya deg-degan mulu
mukanya pucet, tubuhnya lemah, dan ga ada keceriaan sama sekali
dan parahnya ga konsen kerja….DAMN!!!

aigoo…
dia emang ga cakep-cakep banget
dia sama sekali ga manis malah
dia juga belum keliatan pinternya
dia sekilas terkesan biasa ajah
dia bukan tipe-tipe gw deh
karena dia tidak hitam
karena dia tidak cukup manis
karena dia bukan cowok cool pada umumnya
karena dia bukan anak band apalagi anak mapala
tapi dia cukup charming untuk diliat
tapi dia cukup bikin gw senyum2 dengan celetukan2nya
tapi dia cukup diam untuk orang yang baru dilihat
tapi dia cukup sopan untuk seseorang yang baru dikenal
tapi dia cukup ramah untuk diajak ngobrol
tapi dia cukup tahu siapa gw *halah*
tapi dia cukup lah buat diajak kondangan *hahahaha*
tapi dia cukup bikin gw jiper awalnya
tapi dia cukup menarik hati
tapi dia cukup jadi magnet dasyat selama weekend ini
tapi yang pasti dia berhasil bikin gw tambah respect karena ibadahnya
dan karena itulah gw tambah pengen orang macam dia *dia-nya* yang jadi
the special person in my bright life, my soulmate wanna be
i wish i could be his own

sumpah kali ini gw ngarep abis
kali ini gw udah ga tau lagi apa namanya
gw ga cuma pengen "orang" seperti dia
tapi gw bener-bener pengen "dia"
tapi gw masih ga tahu apakah ‘love at the first sight’ gw kali ini berhasil???
cuma TUHAN yang tau,,,

yang pasti dia sangat berhasil bikin gw jadi IRASIONAL…!!!

Yang lalu biarlah berlalu…

Filed under: Uncategorized — eniecha at 8:16 pm on Thursday, June 28, 2007

 

Duh kenapa sih ‘dia’ harus datang lagi di
saat kondisi perasaan saya sedang normal. Tidak terkontaminasi hawa ataupun
nafsu apapun *halah*, di saat sedang menikmati bermain bersama sang waktu dan
sedang menunggu jawaban dari si takdir.
Selalu saja orang-orang masa lalu itu muncul
tiba-tiba tanpa pernah ada kata aba-aba. Mengherankan!!! Kenapa pula selalu saya
yang jadi korbannya??? Cukuplah setahun yang lalu dia datang tanpa permisi dan
pergi tanpa pamit, tapi jangan kembali lagi menampakan batang hidungya persis
di depan muka rumah saya.
Mengenaskan!!! Datang dan berkata di saat kondisi ala
kadarnya [at least gw cuma pake kaos plus celana super pendek dan rambut
acak2an] dan ketika saya sedang menikmati film korea paporit saya.
Mengganggu!!!

 

Huh menyebalkan sekali……

 

Berkata ”sombong, luh nie” kepada saya, padahal sih
dianya ajah yang sudah mendahului sifat itu dari saya. Jujur sebenarnya malam
tadi saya shock bukan kepalang karena tanpa dinyana *halah* dia sudah ada di
depan rumah bersama rekannya sekaligus tetangga lama saya [ampun deh tetangga
lama dan tetangga baru, apa bedanya coba? wong sama-sama ’tonggo’]. Ya memang dia datang bukan untuk bertamu melainkan hanya lewat depan rumah dan kemudian sedikit me’reuni’
[mungkin itu kata yang sangat tepat] secara setelah kita bertiga berkumpul
datanglah satu orang lagi alumni smp kami dan satu orang lagi [wuahh rame]. Berbicara
ngalor-ngidul ra mecoto* dan berakhir dengan say ”da-dah, mpe ketemu lagi” ihh
basi banget deh. 

 

Di sela-sela pembicaraan itu kami saling
mengingatkan betapa [kenapa harus di bold??] saat-saat kebersamaan setahun
lalu yang tak terlihat itu sirna begitu saja. Ahhh ya sudahlah mengingat itu
hanya membuat saya semakin mual dan dada saya sakit karena tak kuat menahan
himpitan keingintahuan yang lebih besar. Selain itu tetangga saya ini mengulas detik-detik tragedi ini terjadi yang sontak semakin membuat
saya juga takut setengah mati jika mengingatnya, tapi itulah yang menjadi awal mula dari kemudian
saya ”meledek”nya terus-menerus dalam hal apa saja dan sampai akhirnya dering telepon genggam ‘dia’
berbunyi dan [maaf ini penekanan kata lagi] suara wanita cantik
terdengar diujung sana.

 

”halo..iya ni lagi di praja, lagi reuni sama
anak-anak smp, ada enie, nita, ncek” begitu katanya

dan bla..bla..bla… saya ga mau dengar

”itu anak smp kita juga lho?” kata seorang
teman dan tetangga saya itu

"pacarnya [penekanan kata yang uhgggg...]" lanjut si tetangga

”siapa? seangkatan, adek
angkatan, kakak angkatan?” berondong saya

”seangkatan, itu si anu *halah anu* ”
begitu penjelasan teman saya itu lantas pergi entahlah kemana.

ya..ya..ya saya kenal, kenal baik malah :(

Tinggal saya dan teman saya yang satu
lagi kemudian mengobrol seadanya sembari menunggu bapak yang satu itu asyik
teleponan [ihh nadanya jealous situ]

 

OMG…hanya itu yang terlintas dalam benak
saya ”an***t ternyata bukan cuma gw doank yang digombalin, gile bener ni cowo
ga bisa liat orang kincling dikit” Haduh udah campur aduk, nano-nano deh
perasaan saya itu.

 

Tadinya saya fikir ini awal yang bagus
karena perjumpaan saya ini diawali dengan menanyakan kasus kemarin itu.
Kenapa tiba-tiba
ngilang? Kenapa no hp-nya saya delete [ya iyalah secara dia tiba-tiba nongol
tiba-tiba pula ngilang...capee dee]. Mempertanyakan kegiataan saya dan
begitupun sebaliknya, menanyakan sejak kapan saya stay in jakarta?? [duh plis
deh, padahal bulan januari/februari kami bertemu di pernikahan kawan saya,
dasar siwer :p]. Wah pokoknya jadi gemana gethoo. Tapi yang bikin saya kemudian
shock lagi adalah kenyataan bahwa no hp saya pun sudah tidak ada di
phonebook ponselnya?? Ih kebangetan banget yak?? Itu baru saya sadari ketika
saya bertanya pada salah satu teman yang ada di situ juga. ”no lo ga ganti kan
nit?” terus dia dengan entengnya ngomong ”ko no gw ga ditanyain ni?” ihhhh plis
deh. Ya sudah kemudian saya suruh dia miscall no saya, supaya saya bisa
menyimpan no-nya lagi [padahal sih ga penting banget, ya daripada-daripada,
mending gw ga save no dia, hiksss], dan ternyata??? ”hehehe…ni no lo juga dah
ga ada” uhgggggg nyebelinnnn. Dengan berat hati saya ambil ponselnya dan
mengetikan no saya, terserah mo diapain tuh no dan mo ditulis apa kek di
phonebooknya ”GW GA PEDULI” [yakin luh???] au ah blebeg*

 
*******

 
kemudian curhat on sms di malam hari,,,

 
Pesan teman saya ”lo kan emang udah sering
ketemu mr.
On Off macem begitu dalam hidup
lo??so ga aneh lagi kale. Dan itu ga tragis koq, coz gw juga sering ngalamin”

Saya tanggapi dengan ”Ih gigi lo gendut ga
tragis, masa love story gw slalu berakhir dengan kaya gini seehh.iya iya ini
bukan yang pertama kali. Cukup!!!”

Itu cuma masa lalu, anggep aja reuni..:p

Ih tau ajah kalo kita semalem reuni
kecil-kecilan…..hehehe

 

 

Finish,,finish,,finish

 

Warm regards,

eniecha

 

 

 

 

i’m 23rd now

Filed under: emotion — eniecha at 7:46 pm on Wednesday, June 20, 2007

duh jadi ngerasa tua nich…setelah perpanjangan umur di tengah malam tadi saya semakin merasa tidak muda lagi [halah, gludaks]. hari ini tepatlah saya menjadi 23 tahun, satu tahun lebih tua dari yang sebelumnya [maksudnya??] ya pokoknya jadi ngurangin umurlah. berarti berapa lama lagi ya saya hidup?? [ups pamali nih].
tapi ya memang pemikiran2 seperti ini yg saya fikirkan sekarang. saya ga lagi hepi dengan istilah ‘ulang tahun’, karena saya semakin sadar bahwa ‘ulang tahun’ berarti mengurangi satu tahun jatah kita untuk hidup di dunia ini. secara eksplisit sih ga keliatan tapi kalo disadari dengan pemaknaan baru deh kerasa, hikss…

by the way, enieway, busway….i’m so happy today coz many people care with me, banyak yang kasih ucapan selamat, kasih doa sampe nagih acara traktiran segala tapi belum ada kado yang mendarat mulus dihadapan [ayo..ayo..ditunggu..ditunggu] hehehe…

ya sudlah…just wanna say happy birthday my self…wish me luck…

regards,,
yg lg ultah ^_^

Why there and Not here

Filed under: Uncategorized — eniecha at 12:27 am on Monday, June 18, 2007



Betapa aku merindukan kota itu..kota yang punya khas dan magic yang begitu
luar biasa, yang membuat aku selalu dan selalu ingin kembali.

 

ngaYogyakarta hadiningrat

 

Indah sekali, tenang sekali, sejuk sekali, menarik sekali, berbudaya sekali
dan misteri sekali

 

I miss jogja very much…

Much for the people in there,,people have such a pleasure smile, a nice
talk, a high culture and lovely man with dark skin

 

I drink milk and then i think fast, clean and smart

I drink hot coffee and then i felt so creative, so coperative and so clever

I drink cool water and then feel free from the polution and also i’m health

I drink a cup of tea and then i feel like the women has a bright carrier

I drink soda and that such have fun every where

Smile smile smile and think positive about my life

In that city at the morning

 

Bertemu dengan orang yang mengerti dan mau mengerti keadaan kita sepertinya
membahagiakan bukan??dulu itu aku rasa sangat…

tapi di sini secara belum ketemu
“orangsepertitu” makanya masih biasa aja

hmmm menunggu mungkin perkerjaan yang membosankan sekaligus menyedihkan
akan tetapi kalo kita bisa belajar untuk menunggu berarti sama saja kita
belajar bersabar?? Ya ga?? Sepertinya iya..hahaha berusahalah untuk menghibur
diri sendiri seketika
sekali lagi di sini

 

Hidup terbebas dari tekanan dan kondisi yang menyesakkan itulah arti dari
kenikmatan hidup di sana bisa tapi di sini sulit

 

Aku rindu sekali, saat-saat dimana aku masih bisa merasakan kebahagiaan,
kesenangan, perhatian dan kebersamaan…sepertinya aku sudah hampir lupa
seperti apa rasanya…

 

Aku hampir lupa bagaimana caranya bisa menghargai orang lain, menghormati
orang lain, mempercayai orang lain, mengasihi orang lain, tenggangrasa antar
sesama, membiarkan orang lain mempunyai rasa yang tulus dan ikhlas atas semua
yang dilakukan.

 

Semenjak aku datang lagi dan berada di
sini
ada banyak perubahan, sejak aku ada dikehidupan yang awal, ketika aku
masih menjadi aku yang sebelumnya, yang penuh hal yang aku sendiri tidak tahu
akan diriku. Merasa kembali ke titik NOL sebelumnya merubah kebiasaan, pola
pikir dan perilaku padahal harusnya tidak perlu terjadi [tidak perlu
menyesuaikan diri lagi] karena hidup di
sini
sudah ku alami sejak lebih dari 20 tahun yang lalu sedangkan di sana hanya 3 tahun cukup. Tapi
mengapa kemudian aku mulai beranggapan bahwa kenikmatan hidup yang sebenarnya
aku dapatkan ketika aku berada di sana
dan bukan di sini. Hhh entahlah
mengapa justru ini yang menjadi bahasan untuk kemudian dianalisa kembali??

 

Hopely that life will be friend with my own life

apapun alasannya [mereka tetap teman saya]

Filed under: Uncategorized — eniecha at 8:23 pm on Wednesday, May 30, 2007
Apapun
yang terjadi mereka tetap teman saya, sekarang ataupun 50 tahun lagi
dan walau apapun yang telah mereka lakukan terhadap saya. Mereka tidak
jahat hanya saja mereka tidak sadar bahwasannya apa yang mereka lakukan
itu membuat saya sedih dan tersiksa. Merasa tidak bebas melakukan
apapun yang saya ingin lakukan bersama mereka, terjadi batasan antara
kami, terjadi kejanggalan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Saya
juga cuma manusia biasa yang terkadang dapat merasakan kesedihan dan
ketersiksaan, tapi buat saya ini pelajaran hidup dalam berteman yang
sangat sangat sangat berarti. Ternyata kedekatan saya bersama mereka
menjadi penyebab munculnya masalah antara mereka [para teman lelaki
saya] dengan pasangannya. Aneh, mengapa baru saat ini setelah sekian
lama kami [saya, para teman dan pasangannya] terlihat hidup rukun dan
hidup saling berdampingan. Tanpa rasa cemburu, curiga dan merasa
menjadi pesaing atau apapun. Oh memang sungguh sial nasib saya ini,
selalu saja dicemburui para pasangan teman-teman baik saya, padahal
pasangan mereka pun tahu orang macam apa saya ini. Dengan adanya case
seperti ini saya seperti dituduh menjadi orang jahat dan wanita
penggoda yang seakan-akan siap merebut kapan saja pacar-pacar mereka.
Huh minta ampun…..!!!

Kaget sih awalnya setelah tau ternyata
pasangan teman-teman baik saya ini merasa keberatan dengan kedekatan
saya terhadap mereka. Padahal ya memang teman-teman saya inilah yang
juga merasa tak mau kehilangan saya sebagai teman terlebih sahabatnya.
Teman-teman saya ini selalu bilang "kamu jangan menjauh dari saya
karena saya berpacaran dengan si-anu, kamu teman yang paling mengerti
saya, yang tahu seperti apa saya ini, yang selalu ada buat saya ketika
ada persoalan yang harus dicurahkan dan bukan kepada si-pacar
tentunya", "pokoknya kamu jangan berubah apapun yang terjadi, kita
tetap teman.titik." begitulah kira-kira. Saya juga merasa tidak hanya
saya yang tertekan dengan keadaan yang seperti ini [dicemburui pacar
sang teman] tapi mereka [para teman saya] juga merasakan hal yang sama.
Mereka merasa "tidak enak" sama saya akan perihal ini, mereka juga
keberatan jika nantinya hubungan kami berubah hanya gara-gara persoalan
"cemburuisasi" yang sebenarnya tidak perlu dilakukan wanita-wanita aneh
itu [maaf jika saya berkata demikian]. Kami [saya dan para teman lelaki
saya] hanya berteman selebihnya ya memang sudah seperti sahabat, dan
dalam prinsip hidup saya "sekalinya jadi ‘temen’ tidak akan pernah
berubah menjadi ‘demen’ apapun alasannya" tidak pernah terfikir dan
terlintas sedikitpun kemudian saya akan menjadi pasangan mereka [ga
banget..itu bukan saya], akan tetapi siapa yang mau peduli??

Saya
sedih karena sadar akan adanya dinding yang memang harus atau tidak
harus ada antara saya dan para teman ini. Yang membuat saya lebih sedih
lagi adalah anggapan dan presepsi saya sendiri bahwa mereka [pasangan
para teman] mencemburui saya karena sampai detik ini saya masih saja
keukeuh untuk sendiri alias menjomblo apapun alasannya. Padahal mereka
tidak tahu kondisi saya yang sebenarnya, kalau mau dibilang iri atau
bolehlah cemburu *juga* sayapun merasakan demikian. Saya iri terhadap
para pasangan sang teman bahwasannya mereka mempunyai seseorang yang
selalu ada disamping mereka, menyanyangi mereka dengan tulus bahkan
mencintai, memperhatikan, menspesialkan
mereka dan juga yang dapat melakukan apapun yang mereka inginkan.
Cukup. Sementara saya tidak punya orang katakanlah ’spesial’ dalam
hidup saya sekarang ini, yang saya punya cuma teman lebih tepatnya
teman-teman yang mungkin juga menyanyangi [tidak mungkin sampai cinta],
memperhatikan [tidak perhatian hingga sedetailnya] dan selalu ada buat
saya [sebagai sebatas teman dan tidak mungkin lebih]. Hanya itu yang
saat ini saya punya.

Saya hanya ingin berpesan kepada para teman
laki-laki saya [siapapun dan dimanapun mereka yang pernah merasa kalau
pasangannya 'cemburu' pada saya *ih ga banget sih cewe lo*] bahwa saya
ini juga manusia biasa yang juga bisa sedih, marah, kesal, dan mungkin
juga cemburu [wajar donk] akan tetapi saya ini tetap teman
kalian yang apa adanya, sok cuek, kebangetan jujur, suka ngasal, sangat
manja, rada egois, sok bijak, sok dewasa [padahal ga banget], dan yang
pasti sayang dan peduli sama kalian. Jadi apapun alasannya kalian dan
mereka [pasangan kalian yang menyebalkan itu :)] tetap teman saya….!!!

Intinya gw GPP koq [udah biasa] huahahahahaaaa….

in my secret,,,

« Previous PageNext Page »